Qodari: Jargas Bisa Hemat Pengeluaran Rumah Tangga hingga Rp900 Ribu Setahun

  • 05 Agt 2026 15:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mengklaim penggunaan Jargas dapat menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp900 ribu per tahun dengan asumsi konsumsi tiga tabung LPG tiga kilogram setiap bulannya.
  • Kepala Bakom Muhammad Qodari menjelaskan penghematan bulanan diperkirakan berkisar Rp50-Rp80 ribu berdasarkan perhitungan asumsi penggunaan LPG standar.
  • Program Jargas dinilai memberikan solusi energi rumah tangga yang lebih praktis, aman, dan efisien dibandingkan dengan alternatif energi lainnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyatakan penggunaan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas) mampu menghemat pengeluaran masyarakat hingga Rp900 ribu setiap tahun. Program tersebut dinilai memberikan energi rumah tangga yang lebih praktis, aman, dan efisien.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menjelaskan penggunaan Jargas diperkirakan menghemat Rp50-Rp80 ribu setiap bulan. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi konsumsi tiga tabung LPG tiga kilogram setiap bulan.

"Dengan asumsi konsumsi tiga tabung LPG tiga kilogram per bulan. Rumah tangga dapat menghemat Rp600 ribu hingga Rp900 ribu per tahun," ujarnya dalam konferensi pers Program Prioritas Nasional di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Selain lebih hemat, pemerintah juga memastikan sistem Jargas memenuhi standar keamanan yang berlaku. Pengoperasiannya didukung pengujian kebocoran, pemeriksaan teknis, dan pemeliharaan berkala.

Qodari mengatakan masyarakat tidak lagi perlu membeli maupun mengganti tabung LPG. "Gas tersedia melalui pipa sehingga pelanggan tidak perlu lagi membeli, mengangkat, atau mengganti tabung," kata Qodari

Ia mengatakan pelanggan juga memperoleh harga gas yang lebih stabil dibandingkan LPG tabung. Risiko kelangkaan LPG di tingkat pengecer pun dapat ditekan melalui pengembangan jaringan gas.

Pemerintah menargetkan pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas) mencapai 1,45 juta sambungan rumah hingga 2029. Program tersebut menjadi bagian strategi memperluas akses energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Qodari mengatakan pembangunan Jargas dijalankan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. "Jargas merupakan langkah strategis pemerintah untuk membuat pasokan energi Indonesia lebih mandiri dan stabil," kata Qodari.

Qodari menjelaskan, pembangunan Jargas masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Pelaksanaan program berada di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....