Diperingati setiap 5 Agustus, Ini Dia Sejarah Hari Dharma Wanita Nasional

  • 05 Agt 2026 12:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dharma Wanita didirikan pada 5 Agustus 1974 atas prakarsa Ibu Negara Tien Soeharto.
  • Nama organisasi berubah menjadi Dharma Wanita Persatuan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa pada 1999.
  • Program DWP berfokus pada pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya untuk memperkuat perempuan serta keluarga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Dharma Wanita Nasional diperingati setiap 5 Agustus untuk menghargai kontribusi perempuan Indonesia. Peringatan ini juga mengenang perjalanan Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung keluarga, masyarakat, dan pembangunan nasional.

Momentum tersebut menegaskan pentingnya peran perempuan di lingkungan Aparatur Sipil Negara. Perannya terus berkembang melalui program pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya yang menyentuh masyarakat.

Berikut sejarah berdirinya Dharma Wanita Persatuan dan perkembangannya, melansir laman resminya serta sejumlah sumber pemerintah.

Berawal pada 5 Agustus 1974

Dharma Wanita didirikan pada 5 Agustus 1974 oleh Ketua Dewan Pembina Korps Pegawai Republik Indonesia. Saat itu, Amir Machmud membentuk organisasi tersebut atas prakarsa Ibu Negara Tien Soeharto.

Pada awal pembentukannya, Dharma Wanita menjadi wadah bagi istri pegawai negeri sipil. Organisasi tersebut juga menghimpun istri anggota ABRI dan pegawai badan usaha milik negara.

Melalui wadah itu, anggota diarahkan mendukung pelaksanaan tugas suami sekaligus pembangunan nasional. Peran keluarga aparatur dipandang penting untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan pada masa tersebut.

Selain memperkuat solidaritas, organisasi ini mendorong peningkatan kapasitas perempuan dalam kehidupan keluarga. Berbagai kegiatan kemudian dikembangkan untuk memperluas pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi sosial anggotanya.

Berubah Menjadi Dharma Wanita Persatuan

Memasuki era Reformasi, Dharma Wanita menjalani perubahan mendasar dalam struktur dan orientasi kelembagaan. Transformasi tersebut dilakukan agar organisasi lebih netral, mandiri, dan sesuai perkembangan demokrasi.

Melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa pada Desember 1999, nama Dharma Wanita resmi berubah. Organisasi tersebut kemudian menggunakan nama Dharma Wanita Persatuan atau DWP hingga sekarang.

Perubahan nama sekaligus menegaskan DWP sebagai organisasi independen dan tidak berafiliasi dengan politik. Posisi tersebut memberi ruang lebih luas untuk berfokus pada pemberdayaan perempuan.

Seiring perubahan itu, orientasi organisasi tidak lagi sekadar mendukung tugas suami. DWP mulai memperkuat kapasitas perempuan sebagai individu, anggota keluarga, dan bagian masyarakat.

Hari Dharma Wanita Nasional tetap diperingati setiap 5 Agustus untuk mengenang awal berdirinya organisasi. Sementara itu, ulang tahun Dharma Wanita Persatuan diperingati setiap 7 Desember.

Bergerak dalam Tiga Bidang Utama

Dalam menjalankan perannya, Dharma Wanita Persatuan berfokus pada bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Ketiga bidang tersebut diarahkan meningkatkan kualitas keluarga aparatur serta kemandirian perempuan.

Pada bidang pendidikan, DWP menyelenggarakan kegiatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi anggotanya. Program tersebut juga menyasar peningkatan kualitas pengasuhan, kesehatan, dan pendidikan keluarga.

Sementara itu, bidang ekonomi mendorong perempuan menjadi lebih produktif dan mandiri. Kegiatannya mencakup pelatihan keterampilan, pengembangan usaha keluarga, serta peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan.

Bidang sosial budaya diarahkan memperkuat kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat. DWP juga menjalankan kegiatan sosial, kesehatan, budaya, dan bantuan bagi kelompok membutuhkan.

Melalui berbagai program tersebut, DWP berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perempuan diharapkan memiliki daya saing sekaligus mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarganya.

Memperkuat Keluarga dan Pembangunan

Keberadaan Dharma Wanita Persatuan tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga aparatur negara. Keluarga yang kuat dinilai mendukung kinerja aparatur sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Namun, peran DWP kini melampaui lingkungan internal keluarga Aparatur Sipil Negara. Program pemberdayaannya juga memberikan manfaat kepada perempuan dan masyarakat di berbagai daerah.

Melalui pendidikan dan pelatihan, perempuan didorong semakin percaya diri dalam mengambil keputusan. Mereka juga memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan sosial dan ekonomi masa kini.

Pada bidang ekonomi, penguatan usaha keluarga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Langkah tersebut sekaligus membantu perempuan berkontribusi langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Sementara melalui kegiatan sosial, DWP ikut memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat tangguh, sehat, dan berdaya.

Momentum Mengapresiasi Perempuan

Peringatan 5 Agustus menjadi kesempatan mengenang kontribusi perempuan dalam keluarga dan pembangunan bangsa. Momentum tersebut juga mengingatkan pentingnya kesetaraan kesempatan bagi perempuan Indonesia.

Perempuan tidak hanya berperan menjaga keharmonisan keluarga, tetapi juga menjadi penggerak perubahan. Kontribusinya terlihat melalui pendidikan, kegiatan ekonomi, pelayanan sosial, dan pembangunan masyarakat.

Karena itu, Dharma Wanita Persatuan diharapkan terus menyesuaikan program dengan kebutuhan zaman. Transformasi digital dan perubahan dunia kerja menjadi tantangan baru bagi perempuan serta keluarga aparatur.

Penguatan literasi digital, kemampuan ekonomi, dan ketahanan keluarga perlu terus dikembangkan. Program tersebut penting agar perempuan mampu menghadapi perubahan sosial secara mandiri dan produktif.

Lebih dari lima dekade sejak didirikan, Dharma Wanita terus menjaga semangat pengabdian. Organisasi tersebut berupaya memperkuat perempuan sebagai mitra aktif dalam pembangunan Indonesia.

Hari Dharma Wanita Nasional akhirnya bukan sekadar peringatan berdirinya sebuah organisasi. Tanggal tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa membutuhkan perempuan kuat, mandiri, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....