BMKG Ingatkan Dampak El Nino Menguat, Waspada Karhutla Mengintai

  • 02 Agt 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mengingatkan peningkatan kewaspadaan terhadap dampak El Niño pada periode 31 Juli-6 Agustus 2026 yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
  • Dampak musim kemarau akibat El Niño sudah mulai terlihat dengan adanya kekeringan di Jawa Tengah dan peningkatan jumlah titik panas di berbagai daerah.
  • Kondisi El Niño yang semakin menguat merupakan ancaman serius terhadap keamanan pangan, kesehatan masyarakat, dan stabilitas lingkungan hidup nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat waspada terhadap dampak El Nino pada 31 Juli-6 Agustus 2026. Kondisi yang semakin menguat tersebut berpotensi memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG melaporkan dampak musim kemarau mulai terlihat. Di antaranya berupa kekeringan di Jawa Tengah dan meningkatnya jumlah titik panas di berbagai daerah.

Mengutip laman BMKG, berdasarkan pemantauan 29 Juli 2026, terdeteksi 1.729 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang. Titik panas tersebut tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Selain itu, terdapat 117 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, sebagian besar berada di Papua dan Maluku sebanyak 85 titik. Disusul Kalimantan 25 titik, Sulawesi empat titik, serta Nusa Tenggara tiga titik," kata Prakirawan BMKG Yuni Maharani.

BMKG menjelaskan kondisi iklim global masih didominasi El Nino kuat. Nilai indeks Niño 3.4 tercatat sebesar +2,26, sedangkan Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2.

Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan curah hujan rendah mendominasi sekitar 91,43 persen wilayah Indonesia pada dasarian I Agustus 2026. Meski begitu, hujan lebat masih berpotensi terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer regional.

Fenomena tersebut dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, gelombang Kelvin, serta bibit Siklon Tropis 94W. Seluruh faktor tersebut dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Untuk periode 31 Juli-3 Agustus 2026, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, potensi hujan lebat hingga sangat lebat berstatus peringatan dini siaga masih berpeluang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Bengkulu.

Sementara pada 4-6 Agustus 2026, cuaca cerah berawan hingga hujan ringan masih mendominasi. Potensi hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....