Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari, Fatwa yang Menggerakkan Santri Melawan Penjajah

  • 05 Agt 2026 11:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nama KH. Hasyim Asy'ari tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. Ulama kharismatik asal Jombang ini, bukan hanya dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
  • KH. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai tokoh bangsa Indonesia yang membakar semangat rakyat. Yakni, membakar semangat rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
  • Pada 1892, KH. Hasyim Asy'ari menikah dengan Nafisah, putri KH. Ya'kub. Tidak lama setelah menikah, ia berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada sejumlah ulama terkemuka.

RRI.CO.ID, Jakarta - Nama KH. Hasyim Asy'ari tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. Ulama kharismatik asal Jombang ini, bukan hanya dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

KH. Hasyim Asy'ari juga dikenal sebagai tokoh bangsa Indonesia yang membakar semangat rakyat. Yakni, membakar semangat rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

Perjuangan KH. Hasyim Asy'ari membuktikan, dakwah, pendidikan, dan nasionalisme dapat berjalan berdampingan. Melalui pesantren yang didirikannya, ia melahirkan generasi ulama sekaligus pejuang yang berperan penting dalam mempertahankan Republik Indonesia.

Melansir NU Online, Muhammad Hasyim (KH. Hasyim Asy'ari) lahir di Desa Gedang, Jombang, Jawa Timur, pada 10 April 1875. Ia berasal dari keluarga ulama yang memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat.

Ayahnya, KH. Asy'ari, dikenal sebagai pengasuh pesantren, sedangkan ibunya, Nyai Halimah, masih memiliki garis keturunan Jaka Tingkir. Lingkungan keluarga yang religius, membentuk karakter Hasyim Asy'ari menjadi sosok yang disiplin dalam menuntut ilmu.

Pada 1892, KH. Hasyim Asy'ari menikah dengan Nafisah, putri KH. Ya'kub. Tidak lama setelah menikah, ia berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada sejumlah ulama terkemuka.

Pengembaraan intelektual tersebut, menjadi bekal penting ketika kembali ke Tanah Air. Berbekal ilmu yang diperoleh di Makkah, ia mulai membangun pusat pendidikan Islam yang kelak memiliki pengaruh besar di Indonesia.

Pada 1899, KH. Hasyim Asy'ari mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang. Pesantren tersebut, kemudian berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar yang melahirkan banyak ulama, tokoh bangsa, hingga pemimpin nasional.

Dalam buku 'KH. Hasyim Asy'ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri' karya Ahmad Baso dan tim, disebutkan, sistem pendidikan yang diterapkannya memadukan tradisi pesantren dengan wawasan kebangsaan. Para santri tidak hanya diajarkan ilmu agama, tetapi juga ditanamkan kecintaan terhadap tanah air.

Lokasi Pesantren Tebuireng yang berada tidak jauh dari Pabrik Gula Cukir, membuat pesantren ini tumbuh di tengah dinamika sosial masyarakat. Informasi tersebut, tercantum dalam Ensiklopedia Kemendikbud yang menjelaskan sejarah awal perkembangan Tebuireng.

Kontribusi KH. Hasyim Asy'ari semakin besar ketika mendirikan Nahdlatul Ulama pada 1926. Organisasi tersebut lahir sebagai wadah menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat pendidikan, dakwah, dan persatuan umat.

Sejak awal berdiri, KH. Hasyim Asy'ari dipercaya sebagai Rais Akbar pertama NU. Di bawah kepemimpinannya, NU berkembang menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia.

Perjuangan KH. Hasyim Asy'ari tidak berhenti di dunia pendidikan. Ketika Jepang menduduki Indonesia, ia menolak, melakukan seikerei atau penghormatan kepada Kaisar Jepang karena dinilai bertentangan dengan akidah Islam.

Sikap tegas tersebut membuat dirinya ditangkap oleh pemerintah pendudukan Jepang. Namun, penahanan itu tidak mengurangi semangatnya dalam memperjuangkan kehormatan agama dan kemerdekaan bangsa.

Momentum paling bersejarah terjadi pada 22 Oktober 1945. Bersama para ulama di Jawa dan Madura, KH. Hasyim Asy'ari mengeluarkan Resolusi Jihad yang menyerukan kewajiban umat Islam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Resolusi tersebut menegaskan, mempertahankan kemerdekaan merupakan fardhu ain bagi umat Islam yang berada dalam radius sekitar 90 kilometer dari wilayah pertempuran. Seruan itu, kemudian membangkitkan semangat ribuan santri dan masyarakat untuk melawan pasukan kolonial yang ingin kembali menguasai Indonesia.

Gelombang perjuangan yang lahir dari Resolusi Jihad menjadi salah satu faktor penting dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan yang diperingati setiap tahun di Indonesia.

Dalam berbagai catatan sejarah, Resolusi Jihad dipandang sebagai salah satu keputusan paling penting yang menghubungkan nilai keagamaan dengan perjuangan mempertahankan kedaulatan negara. Fatwa tersebut menjadi simbol bahwa ulama memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa.

Selain melahirkan Resolusi Jihad, KH. Hasyim Asy'ari juga mendorong terbentuknya laskar Hizbullah dan Sabilillah. Kedua kelompok tersebut berperan membantu perjuangan rakyat dalam menghadapi agresi pascakemerdekaan.

Atas jasa-jasanya, pemerintah menetapkan KH. Hasyim Asy'ari sebagai Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 294 Tahun 1964 yang diumumkan pada 17 November 1964. Penghargaan tersebut, menjadi bentuk pengakuan negara atas dedikasinya di bidang pendidikan, dakwah, dan perjuangan kemerdekaan.

Hingga kini, warisan pemikiran KH. Hasyim Asy'ari tetap hidup melalui Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama. Kiprahnya menjadi bukti bahwa pendidikan, keislaman, dan cinta tanah air dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun Indonesia.

Sumber:

Buku Tokoh-Tokoh NU Bergelar Pahlawan Nasional – Sunanto

• -Buku KH. Hasyim Asy'ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri – Ahmad Baso dkk, Museum Kebangkitan Nasional-

Ensiklopedia Kemendikbud

NU Online

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 294 Tahun 1964 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....