Komisi VIII DPR RI Ingatkan Calon Jemaah Haji Penuhi Istitha'ah Kesehatan
- 05 Agt 2026 05:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menekankan bahwa calon jemaah haji harus memenuhi istitha'ah kesehatan sebagai syarat utama selain kesiapan finansial.
- Kesiapan finansial untuk keberangkatan haji harus diimbangi dengan kondisi kesehatan yang optimal, kesiapan mental, dan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan ibadah haji.
- Calon jemaah disarankan memanfaatkan masa tunggu keberangkatan untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, khususnya mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mengingatkan calon jemaah haji memenuhi istitha'ah (kemampuan) kesehatan selain mempersiapkan biaya keberangkatan. Menurutnya, kesiapan finansial harus diimbangi kondisi kesehatan, kesiapan mental, serta pemahaman memadai mengenai pelaksanaan ibadah haji.
Dini mengimbau calon jemaah memanfaatkan masa tunggu keberangkatan untuk menjaga kesehatan melalui penerapan pola hidup sehat. Ia menuturkan imbauan tersebut terutama ditujukan kepada calon jemaah yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), seperti hipertensi dan diabetes.
Menurut Dini, calon jemaah yang memiliki riwayat penyakit perlu rutin mengonsumsi obat dan berolahraga agar kondisi kesehatannya terjaga. Ia menambahkan kondisi kesehatan tersebut akan menjadi catatan bagi jemaah yang membutuhkan pendampingan maupun penanganan khusus.
"Harapan kami seluruh calon jemaah ini istitha'ah secara kesehatan. Bagi calon jemaah yang ada riwayat penyakit, harapannya bisa minum obat secara rutin dan berolahraga," ujar Dini dalam keterangan yang dikutip RRI, Selasa, 4 Agustus 2026.
Selain menekankan pentingnya kesiapan kesehatan, Dini mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027. Ia mengatakan besaran BPIH 2027 masih dalam tahap pembahasan sehingga belum ada keputusan final.
Dini menjelaskan DPR RI bersama pemerintah masih akan mengkaji besaran BPIH melalui Panitia Kerja (Panja) BPIH. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kemarin sempat ada isu mengenai kenaikan biaya, tapi di sini harapan kami selaku Komisi VIII agar diredam dulu. Karena kita sedang membicarakan nanti ke depannya akan ada panja mengenai penentuan biaya haji," kata Dini.
Pada kesempatan itu, Dini menyampaikan penyelenggaraan haji terakhir membawa kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Ia mengungkapkan jumlah kelompok terbang (kloter) dari daerah tersebut meningkat dibandingkan musim haji sebelumnya.
Lebih lanjut, Dini mengatakan Komisi VIII DPR RI terus mendorong diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk memperoleh tambahan kuota haji nasional. Menurutnya, penambahan kuota tersebut diharapkan dapat memperpendek masa tunggu keberangkatan calon jemaah Indonesia.
"Kita fokus persiapan itu dulu. Apakah nanti kuota bertambah kita lihat ke depannya, tetapi yang pasti insyaallah kami upayakan kuotanya terus bertambah," ucap Dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....