Pemerintah-BI Perkuat Sinergi Jaga Pertumbuhan Ekonomi

  • 04 Agt 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah dan Bank Indonesia memperkuat koordinasi kebijakan fiskal serta moneter menghadapi dinamika ekonomi global.
  • Penguatan UMKM dilakukan melalui perluasan pembiayaan, pasar domestik, ekspor, serta pemanfaatan transaksi digital.
  • Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi menjaga pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi fiskal dan moneter dinilai penting menghadapi dinamika global yang masih penuh tantangan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari mengatakan kedua kebijakan harus saling memperkuat menghadapi tekanan global. Menurutnya, sinergi erat diperlukan agar respons pemerintah dan otoritas moneter berjalan efektif serta terarah.

“Sinergi erat dengan Bank Indonesia diperlukan agar kebijakan fiskal dan moneter saling memperkuat. Kolaborasi ini penting menghadapi dinamika global,” ujarnya di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Pemerintah juga memprioritaskan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah agar semakin produktif serta mampu naik kelas. Akses pembiayaan, pasar domestik, dan ekspor terus diperluas untuk mendukung pertumbuhan pelaku usaha.

Transformasi digital turut dipercepat melalui perluasan transaksi ekonomi dan keuangan digital yang aman, cepat, serta efisien. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas, daya saing UMKM, sekaligus memperluas inklusi ekonomi di berbagai daerah.

Qodari mengatakan transaksi pembayaran digital terus tumbuh kuat seiring meluasnya adopsi teknologi oleh masyarakat dan pelaku usaha. Pertumbuhan tersebut menunjukkan ekosistem digital semakin berperan dalam menopang aktivitas ekonomi nasional.

“Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utamanya,” katanya.

Ia menegaskan penguatan sinergi menjadi modal penting membangun ekonomi tangguh, inklusif, dan berdaya saing global. “Semangat kolaborasi harus terus dijaga menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....