Menbud Akan Evaluasi Delapan Provinsi yang Absen di GBN 2026

  • 04 Agt 2026 04:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan mengevaluasi delapan provinsi yang tidak mengirimkan peserta pada Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026.
  • Seluruh daerah seharusnya berpartisipasi dalam program pembinaan talenta budaya tersebut.
  • Fadli menjelaskan seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti karantina ditanggung panitia, sementara pemerintah daerah hanya menanggung biaya keberangkatan peserta menuju lokasi karantina.

RRI.CO.ID, Depok - Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan mengevaluasi delapan provinsi yang tidak mengirimkan peserta pada Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Ia mengatakan seluruh daerah seharusnya berpartisipasi dalam program pembinaan talenta budaya tersebut.

"Kita akan catat provinsi-provinsi yang tidak mengirimkan sama sekali delegasinya. Menurut saya ini ada satu keanehan, karena itu kita akan klarifikasi," kata Fadli usai membuka Karantina Gita Bahana Nusantara 2026 di Depok, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2026.

Fadli mengatakan pihaknya akan menyurati pemerintah daerah yang tidak mengirimkan peserta. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi masing-masing provinsi.

Menurutnya, alasan efisiensi anggaran tidak semestinya menjadi hambatan. Sebab, proses seleksi daerah tidak membutuhkan biaya besar.

"Karena efisiensi, padahal ini tidak perlu sama sekali. Kita akan tanyakan kepada provinsi-provinsi," ujarnya.

Ia menjelaskan seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti karantina ditanggung panitia. Sementara pemerintah daerah hanya menanggung biaya keberangkatan peserta menuju lokasi karantina.

Fadli mengatakan peserta GBN 2026 berasal dari 30 provinsi dan telah melalui proses seleksi yang panjang. Mereka kini mengikuti karantina sebagai persiapan tampil pada Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.

Fadli berharap seluruh provinsi dapat berpartisipasi pada penyelenggaraan GBN berikutnya. Program tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus penguatan karakter dan nasionalisme.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....