Menteri PPPA Minta Orang Tua Melek Digital Dampingi Anak Bermedia

  • 03 Agt 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan pentingnya orang tua mengikuti perkembangan teknologi untuk mendampingi anak menggunakan ruang digital dengan aman.
  • Pendampingan orang tua dalam literasi digital bertujuan membangun pengasuhan tepat dan mendorong anak memanfaatkan teknologi secara produktif serta bertanggung jawab.
  • Sering kali terdapat kesenjangan pemahaman antara orang tua dan anak karena orang tua tidak mengetahui konten apa yang ditonton dan diakses anak di dunia digital.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi mengingatkan orang tua mengikuti perkembangan teknologi agar mampu mendampingi anak menggunakan ruang digital secara aman. Pendampingan dinilai penting untuk membangun pengasuhan tepat sekaligus mendorong anak memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

“Pemahaman dunia digital ini juga harus dipahami bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga orang tua. Orang tua baiknya mengikuti perkembangan teknologi karena sering kali tidak mengetahui apa yang ditonton dan diakses anak, sehingga muncul kesenjangan pemahaman antara orang tua dan anak,” kata Arifah Fauzi dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Senin, 3 Juli 2026.

Menurutnya, tantangan saat ini bukan menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membangun pola pengasuhan yang tepat di era digital. Karena itu, orang tua perlu menjadi teladan dalam penggunaan gawai di lingkungan keluarga.

“Yang kita inginkan bukan menjauhkan anak-anak dari teknologi, tetapi bagaimana kita memberikan pengasuhan yang tepat. Orang tua harus menjadi contoh dan memiliki komitmen yang sama dalam menggunakan gawai,” ucap Arifah.

Lebih lanjut, Arifah mengatakan keluarga dapat membangun kebiasaan berkualitas tanpa gawai, seperti saat makan bersama. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat komunikasi sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

“Kita sudah mendeklarasikan satu jam berkualitas dalam keluarga tanpa gawai. Misalnya saat berbuka puasa atau makan bersama, tidak ada yang memegang telepon genggam,” ucap Arifah.

Selain itu, ia mendorong orang tua membuat kesepakatan dengan anak terkait penggunaan internet dan telepon genggam. Menurutnya, teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan inovasi anak.

“Anak boleh menggunakan internet atau telepon genggam untuk mengerjakan tugas sekolah maupun meningkatkan kreativitas dan inovasi. Teknologi seharusnya menjadi sarana yang bermanfaat bagi perkembangan anak, dengan pendampingan dari orang tua, satuan pendidikan, dan masyarakat,” katanya.

Arifah menegaskan komunikasi hangat dan pendampingan konsisten menjadi kunci agar anak memanfaatkan teknologi secara sehat dan aman. Upaya tersebut sekaligus mendorong anak menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....