Menteri PPPA: Penguatan Keluarga Kunci Cegah Kekerasan terhadap Anak

  • 31 Jul 2026 09:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan penguatan keluarga menjadi fondasi utama dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia.
  • Perlindungan anak harus dimulai dari keluarga melalui pengasuhan positif sejak dini, bukan hanya ketika kasus telah terjadi.
  • PUSPAGA berfungsi sebagai ruang belajar bagi orang tua dan calon orang tua untuk memahami pola pengasuhan yang tepat agar anak tumbuh dalam lingkungan aman, sehat, dan penuh kasih sayang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menegaskan penguatan keluarga menjadi fondasi utama dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Menurutnya, upaya melindungi anak harus dimulai dari keluarga melalui pengasuhan yang positif sejak dini.

“Perlindungan anak tidak dimulai ketika kasus terjadi, tetapi dimulai dari keluarga. PUSPAGA menjadi ruang belajar bagi orang tua dan calon orang tua untuk memahami pola pengasuhan yang positif sehingga anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia mengatakan, keluarga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan pengasuhan akan mampu mencegah berbagai risiko, termasuk kekerasan terhadap anak. Karena itu, layanan PUSPAGA perlu terus diperkuat dan diperluas agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Dalam kunjungannya ke PUSPAGA Balai RW 05 Kelurahan Genteng, Arifah meninjau berbagai layanan berbasis masyarakat. Layanan tersebut meliputi pelatihan bagi ayah, edukasi pengasuhan, konsultasi keluarga, konseling psikologis, layanan rujukan, kelas parenting, hingga literasi digital keluarga.

Sementara di PUSPAGA Semanggi, Menteri PPPA meninjau pelaksanaan Kelas Calon Pengantin yang membekali pasangan dengan kesiapan membangun keluarga. Program tersebut mencakup kesehatan reproduksi, psikologi keluarga, pengelolaan ekonomi rumah tangga, serta pengasuhan berbasis hak anak.

Selain itu, PUSPAGA Semanggi juga menyediakan layanan konsultasi tatap muka maupun telekonsultasi melalui SIAP PPAK, layanan ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta berbagai kegiatan edukasi yang menjangkau sekolah dan masyarakat.

“Saya juga mengapresiasi pelatihan bagi para ayah yang dikembangkan melalui PUSPAGA. Kehadiran ayah dalam pengasuhan sangat penting agar anak tidak mengalami fatherless,” ucap Arifah.

Arifah mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surabaya yang menghadirkan layanan PUSPAGA hingga tingkat komunitas. Menurutnya, berbagai inovasi seperti pelatihan ayah, Kelas Calon Pengantin hingga layanan inklusif bagi ABK menjadi praktik baik yang layak dicontoh daerah lain.

Ia menegaskan pencegahan kekerasan terhadap anak harus dilakukan sejak sebelum anak lahir melalui keluarga yang siap menjalankan fungsi pengasuhan. Karena itu, pembekalan bagi calon pengantin dan penguatan peran ayah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang bagi anak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam melindungi anak. Ketika ayah dan ibu memahami perannya sejak awal, anak akan tumbuh dengan kasih sayang yang utuh sehingga hak-haknya dapat terpenuhi secara optimal dan risiko kekerasan dapat diminimalkan,” ucap Arifah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....