Sejarah Stasiun Tawang Semarang, Bangunan Usia Seabad Saksi Perjuangan Bangsa

  • 03 Agt 2026 08:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Stasiun Tawang Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
  • Stasiun Tawang Semarang, dirancang oleh arsitek Belanda, Ir. Sloth-Blauwboer, yang saat itu bekerja untuk Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij (NIS). Peletakan batu pertama dilakukan pada 1911 oleh Anna Wilhelmina van Lennep
  • Konflik bermula setelah ketegangan meningkat pada 14 Oktober 1945. Ratusan pemuda yang tergabung Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berusaha merebut persenjataan tentara Jepang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Stasiun Tawang Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Selain menjadi pusat transportasi, stasiun ini juga menjadi saksi bisu Pertempuran Lima Hari di Semarang pada 15–19 Oktober 1945.

Keberadaan stasiun tersebut memiliki nilai historis yang tidak terpisahkan dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga kelestariannya sebagai bagian dari identitas nasional.

Merangkum beberapa sumber terpercaya, mulai dari Arsip Bataviaasch Nieuwsblad edisi 2 Juni 1914 hingga Arsip Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij (NIS), simak rangkuman sejarah Stasiun Tawang Semarang. Mengingat, bangunan Stasiun Tawang ini sudah berusia seratus tahun lebih.

Dibangun di Atas Lahan Rawa

Stasiun Tawang Semarang, dirancang oleh arsitek Belanda, Ir. Sloth-Blauwboer, yang saat itu bekerja untuk Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij (NIS). Peletakan batu pertama dilakukan pada 1911 oleh Anna Wilhelmina van Lennep, putri Kepala Teknisi NIS.

Bangunan tersebut kemudian diresmikan pada 1 Juni 1914 sebagai stasiun penumpang utama di Kota Semarang. Kehadirannya, menggantikan stasiun lama milik NIS di kawasan Kemijen yang sebelumnya melayani perjalanan kereta api.

Lokasi Stasiun Tawang berada di sisi utara kawasan Kota Lama Semarang yang pada masa kolonial menjadi pusat perdagangan. Namun, kawasan tersebut masih berupa rawa sehingga proses pembangunan diawali dengan pemadatan tanah menggunakan pelat beton selama berbulan-bulan.

Pernah Disebut Stasiun Terindah di Hindia Belanda

Direksi NIS mengarahkan, agar bangunan baru tersebut tampil sederhana, tetapi tetap memiliki nilai estetika tinggi. Hasilnya justru mendapat apresiasi luas dari masyarakat pada masa itu.

Harian Bataviaasch Nieuwsblad edisi 2 Juni 1914 bahkan menyebut Stasiun Tawang sebagai stasiun paling indah di Hindia Belanda. Bangunan bergaya Indis tersebut, memiliki panjang sekitar 175 meter dengan ruang utama berkubah berukuran 20 x 18 meter.

Menjadi Arena Pertempuran Lima Hari di Semarang

Peran Stasiun Tawang berubah drastis ketika meletus Pertempuran Lima Hari di Semarang pada Oktober 1945. Lokasinya yang berada di kawasan strategis, menjadikan stasiun ini sebagai salah satu titik pertempuran antara pejuang Indonesia melawan pasukan Jepang.

Konflik bermula setelah ketegangan meningkat pada 14 Oktober 1945. Ratusan pemuda yang tergabung Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berusaha merebut persenjataan tentara Jepang.

Karena, Jepang saat itu masih bertahan setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Posisi Stasiun Tawang yang berdekatan dengan Lawang Sewu dan kawasan pusat kota membuat wilayah tersebut menjadi jalur mobilisasi pasukan.

Pertempuran sengit pun terjadi selama lima hari. Hingga, akhirnya pertempuran sengit itu berakhir melalui proses perundingan.

Jalur Logistik dan Tempat Transit Pengungsi

Peran penting Stasiun Tawang berlanjut pada masa Revolusi Fisik Indonesia. Selain menjadi jalur distribusi logistik militer, stasiun ini juga menjadi tempat transit ribuan masyarakat yang mengungsi akibat konflik.

Salah satu peristiwa penting terjadi pada 23 Mei 1949 ketika sebanyak 794 pengungsi dari Yogyakarta tiba di Semarang melalui Stasiun Tawang. Mereka datang dengan membawa barang-barang sederhana, termasuk sepeda dan perlengkapan rumah tangga.

Direvitalisasi untuk Menjaga Warisan Sejarah

Presiden, Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Tawang Semarang, pada 30 Juli 2026. Peresmian tersebut, menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjaga bangunan bersejarah sekaligus menghadirkan fasilitas transportasi yang lebih modern.

Setibanya di lokasi, Presiden menyapa masyarakat serta para pelajar yang telah menunggu di sekitar area stasiun. Kepala Negara kemudian meninjau sejumlah hasil revitalisasi yang mengembalikan tampilan bangunan mendekati bentuk aslinya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan revitalisasi tersebut diselesaikan dalam waktu 330 hari. Tahap pertama meliputi pembaruan fasad depan, hall utama, serta pemulihan ornamen dan pencahayaan berdasarkan dokumentasi sejarah.

"Bangunan telah berusia 112 tahun. Ini dapat terus kita jaga kelestarian serta jejak sejarahnya," ujar Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin dalam keterangannya dilansir laman Setneg RI.

Prabowo: Menjaga Tawang Berarti Menjaga Identitas Bangsa

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan, Stasiun Tawang memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia. Menurut Presiden, stasiun tersebut pernah digunakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia untuk menjalankan tugas kenegaraan pada masa awal kemerdekaan.

"Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori sejarah," ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga mengajak, seluruh masyarakat menjaga bangunan-bangunan bersejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, warisan masa lalu harus dirawat agar dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....