Ketahui Pahlawan Kemerdekaan Indonesia yang Diabadikan Menjadi Nama Jalan

  • 25 Jul 2026 21:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nama pahlawan nasional diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota besar Indonesia sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mereka.
  • Penamaan jalan dengan nama tokoh nasional berfungsi sebagai pengingat permanen kepada masyarakat mengenai jasa-jasa para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
  • Hampir setiap kota besar di Indonesia memiliki setidaknya satu jalan yang dinamai dengan nama pahlawan nasional yang memiliki kontribusi luar biasa terhadap negara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Nama para pahlawan nasional tidak hanya dikenang melalui buku sejarah, tetapi juga diabadikan sebagai nama jalan di Indonesia. Penamaan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat atas perjuangan mereka mempertahankan kemerdekaan dan mempersatukan bangsa.

Hampir setiap kota besar memiliki jalan yang menggunakan nama tokoh nasional dengan jasa luar biasa. Penamaan tersebut menjadi pengingat atas perjuangan mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Melansir dari bebagai sumber, berikut lima pahlawan kemerdekaan yang namanya abadi di berbagai jalan di Indonesia:

1. Jenderal Sudirman

Jenderal Sudirman menjadi Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia setelah memimpin berbagai pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Saat Agresi Militer Belanda II, ia memimpin perang gerilya meski kondisi kesehatannya terus memburuk.

Selama sekitar tujuh bulan, Sudirman berpindah dari satu daerah menuju daerah lain menghindari kejaran Belanda. Nama Jenderal Sudirman kini diabadikan sebagai nama jalan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan berbagai kota lainnya.

2. Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol merupakan ulama sekaligus pemimpin Perang Padri yang berlangsung di Sumatera Barat sejak 1803. Perjuangannya berlanjut menghadapi Belanda hingga akhirnya ditangkap melalui tipu muslihat saat perundingan.

Setelah ditangkap, Imam Bonjol diasingkan ke beberapa daerah hingga wafat di Minahasa pada 1864. Jalan Imam Bonjol tersebar di Jakarta, Medan, Semarang, Denpasar, Pekanbaru, dan berbagai daerah Indonesia.

3. Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa pada 1825 hingga 1830 sebagai bentuk perlawanan terhadap Belanda. Konflik tersebut menjadi salah satu perang terbesar yang pernah dihadapi pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Diponegoro ditangkap ketika memenuhi undangan perundingan di Magelang sebelum diasingkan ke Makassar. Nama Diponegoro digunakan sebagai nama jalan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan kota lainnya.

4. Gatot Subroto

Gatot Subroto merupakan tokoh militer yang berperan memperkuat organisasi tentara setelah Indonesia meraih kemerdekaan. Ia juga dikenal menggagas pembentukan Akademi Angkatan Bersenjata sebagai lembaga pendidikan calon perwira.

Selain bidang militer, Gatot Subroto turut mendorong pembangunan kekuatan pertahanan nasional. Jalan Gatot Subroto dapat dijumpai di Jakarta, Bandung, Solo, Denpasar, serta sejumlah kota besar Indonesia.

5. Pattimura

Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap pemerintahan kolonial Belanda pada 1817. Pasukannya berhasil merebut Benteng Duurstede sebelum akhirnya kembali dikuasai Belanda.

Pattimura kemudian ditangkap dan dihukum mati, tetapi semangat perlawanannya tetap dikenang hingga sekarang. Nama Pattimura diabadikan sebagai nama jalan di Ambon, Jakarta, Semarang, Pontianak, dan berbagai daerah Indonesia. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....