Wamen ESDM Yuliot Tinjau Penerapan B50, Pengemudi Akui Mesin Tetap Lancar

  • 01 Agt 2026 11:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamen ESDM Yuliot meninjau implementasi B50 di SPBU Sipirok sekaligus memastikan pasokan BBM tetap lancar
  • Pemerintah melakukan pemantauan langsung untuk mengetahui penerapan B50 dan respons masyarakat sebagai pengguna kendaraan
  • Dua pengemudi, Nainggolan dan Herwin Siregar, mengaku tidak mengalami kendala berarti pada mesin kendaraan setelah menggunakan B50

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot memastikan pasokan bahan bakar minyak tetap lancar sambil meninjau penerapan B50 di tingkat konsumen. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung implementasi B50 sekaligus mendengar pengalaman masyarakat menggunakan bahan bakar tersebut.

Kunjungan itu berlangsung di SPBU 14.227.322, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat, 31 Juli. Selain memeriksa ketersediaan pasokan BBM, Yuliot juga berdialog langsung dengan pengguna kendaraan yang telah memakai B50.

"Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan," ujar Yuliot saat kunjungan di SPBU 14.227.322, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut pemerintah, pemantauan langsung di tingkat konsumen diperlukan untuk mengetahui ketersediaan bahan bakar sekaligus respons pengguna kendaraan terhadap B50. Peninjauan tersebut juga menjadi bagian evaluasi penerapan kebijakan B50 dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kunjungan ke SPBU 14.227.322 merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Yuliot selama berada di Sumatera Utara. Sebelumnya, rombongan juga meninjau PLTA Batang Toru sebelum melanjutkan kunjungan menuju fasilitas PLTP Sarulla.

Sementara itu, pengemudi pikap pengangkut ikan asin Nainggolan mengaku tidak mengalami kendala setelah menggunakan B50 untuk kendaraannya. Ia tetap menjalankan aktivitas mengangkut muatan seperti biasa tanpa merasakan gangguan pada kondisi mesin.

"Usai memakai B50, sama aja. Tidak ada masalah apa apa pada mesin kita, lancar-lancar saja," ujar Nainggolan.

Pengalaman serupa disampaikan Herwin Siregar yang telah delapan tahun menjadi pengemudi angkutan umum rute Medan menuju Sipahutar. Dengan Mitsubishi L300 miliknya, ia menempuh perjalanan sekitar enam jam setiap hari menggunakan bahan bakar Biosolar.

"Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi 450.000 untuk perjalanan 6 jam aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak," katanya.

Herwin mengatakan kebutuhan bahan bakar untuk perjalanan tersebut mencapai sekitar Rp450.000 setiap hari dalam melayani penumpang pada rute Medan-Sipahutar. Pengalamannya menjadi salah satu masukan pemerintah dalam memantau pelaksanaan B50 di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....