MCB Rencanakan Menjual Museum Passport di Toko Buku

  • 19 Mei 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Museum dan Cagar Budaya (MCB) membuka peluang penjualan Museum Passport melalui jaringan toko buku Gramedia, meski rencana tersebut masih dalam tahap wacana.
  • Museum Passport akan mulai tersedia pada Juni 2026 di museum shop bawah pengelolaan MCB dan diharapkan menjadi daya tarik baru bagi pengunjung museum.
  • Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menilai Museum Passport dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya dan tetap relevan di era digital.

RRI.CO.ID, Jakarta - Museum dan Cagar Budaya (MCB) membuka peluang penjualan Museum Passport melalui jaringan toko buku Gramedia. Langkah tersebut tengah dipertimbangkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap program Museum Passport.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan rencana distribusi Museum Passport melalui Gramedia masih sebatas wacana. Hingga saat ini, kerja sama tersebut belum ditindaklanjuti secara teknis.

"Selain di IHA Shop, ada juga wacana untuk dijual di Gramedia. Tetapi itu belum kami tindak lanjuti lagi," katanya saat ditemui wartawan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Museum Passport akan mulai tersedia pada Juni 2026 melalui museum shop di bawah pengelolaan MCB. Peluncuran awal Museum Passport dimanfaatkan untuk menerima masukan dari museum pemerintah pusat, daerah, dan museum swasta.

Menurutnya, pihaknya belum melakukan kajian terkait peningkatan jumlah kunjungan museum melalui program tersebut. Namun, Museum Passport diharapkan menjadi salah satu saya tarik baru yang dapat menambah pengalaman pengunjung museum.

Selain menghadirkan Museum Passport, MCB juga menyiapkan berbagai program pendukung seperti activity sheets. Ke depan, MCB juga menargetkan pengembangan aplikasi museum berbasis self-guided tour untuk museum-museum di bawah pengelolaannya.

Dalam pengembangan program ini, MCB turut menggandeng pihak swasta melalui skema public-private partnership. "Kolaborasi tersebut penting untuk mendukung pengembangan museum yang lebih inovatif dan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menilai kehadiran Museum Passport dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya. Menurutnya, pendekatan serupa telah diterapkan di berbagai negara untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap aktivitas kebudayaan.

Ia mencontohkan di sejumlah negara berkembang seperti Jerman telah menghadirkan Culture Passport. Passport tersebut digunakan memperluas akses generasi muda terhadap museum.

"Passport yang diluncurkan Museum dan Cagar Budaya (MCB) dapat menjadi langkah awal penting. Terutama bagi pengembangan budaya museum di Indonesia," ucapnya.

Ia menilai kehadiran Museum Passport tetap relevan di tengah perkembangan era digital. Ia mengatakan masyarakat masih membutuhkan bentuk budaya material yang dapat dimiliki dan di koleksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....