Menko Yusril: Inovasi dan Integritas Kunci Generasi Indonesia Mendunia
- 30 Jul 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan inovasi, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat menjadi fondasi penting
- Dalam membentuk generasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global
- Dalam pidato kunci pada Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026, Yusril mengatakan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tidak dapat menggantikan peran manusia
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan inovasi, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat menjadi fondasi penting. Dalam membentuk generasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
Dalam pidato kunci pada Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026, Yusril mengatakan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tidak dapat menggantikan peran manusia. "Manusia yang memiliki karakter, etika dan kemampuan berpikir kritis," kata Yusril, Kamis, 30 Juli 2026.
Yusril mengajak para calon wisudawan memandang wisuda sebagai awal dari proses belajar sepanjang hayat. Ia juga mengapresiasi mahasiswa Universitas Terbuka yang mampu menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tanggung jawab, seperti bekerja, mengurus keluarga, dan mengabdi kepada masyarakat.
Menurutnya, gelar akademik bukan akhir dari proses pembelajaran, melainkan bekal untuk terus mengembangkan diri menghadapi perubahan zaman. Ia pun membagikan pengalaman pendidikannya sebagai bukti bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.
Yusril juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai khazanah ilmu pengetahuan. Tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
"Kita belajar dari semua sumber. Sebagai intelektual Indonesia, jangan menjadi orang Barat di dunia Timur, tetapi jadilah orang Indonesia yang memahami pemikiran Timur, Barat, dan Islam secara utuh," ujarnya.
Terkait perkembangan teknologi, Yusril menilai kecerdasan buatan telah mengubah cara manusia bekerja dan mengambil keputusan. Namun, menurutnya teknologi hanya menjadi alat bantu, sedangkan nilai kemanusiaan, kemampuan berpikir, dan pemahaman terhadap konteks tetap menjadi keunggulan yang dimiliki manusia.
Ia berharap perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memiliki pemahaman terhadap dinamika sosial, hukum, ekonomi, dan geopolitik global. Yusril juga menegaskan inovasi lahir dari kepekaan terhadap persoalan masyarakat, sedangkan integritas menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan.
Karena itu, ia mengajak para lulusan terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas, dan berkontribusi menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Melalui ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto mengatakan seminar wisuda menjadi bagian dari pembekalan bagi para calon wisudawan sebelum mengikuti prosesi wisuda. Ia menyebut Universitas Terbuka saat ini memiliki sekitar 2,3 juta alumni dan hampir 900 ribu mahasiswa aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....