Gerindra: Survei Elektabilitas Tak Perlu Disikapi Berlebihan
- 30 Jul 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Partai Gerindra menilai hasil survei yang menempatkan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Diketahui elektabilitas KDM di atas Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menggap hal itu sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik. Partai menegaskan hasil survei bersifat fluktuatif dan tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Ia mengatakan naik-turunnya tingkat elektabilitas merupakan hal yang lazim terjadi dalam setiap survei. Menurutnya, hasil survei dapat berubah seiring waktu dan dipengaruhi berbagai faktor.
“Kalau yang namanya survei kan fluktuatif, kadang naik, kadang turun. Jadi ini wajar saja sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik,” ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Dasco juga menilai setiap lembaga survei dapat menghasilkan temuan yang berbeda. Karena itu, ia tidak ingin memberikan tanggapan berlebihan terhadap hasil survei tertentu.
“Survei yang satu dengan yang lain kadang-kadang ada yang sama. Dan kadang-kadang ada yang beda, nah itu saja komentar saya,” katanya.
Sebelumnya, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Rabu kemarin menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi. Elektabilitas KDM sebagai calon presiden mencapai 59,0 persen jika pemilihan dilakukan saat ini.
Angka tersebut berada di atas Presiden Prabowo Subianto yang memperoleh elektabilitas sebesar 28,3 persen. Gerindra memilih menanggapi hasil survei tersebut sebagai bagian dari dinamika politik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....