Komisi X Tekankan Perluasan KIP Kuliah Harus Disertai Target Terukur
- 22 Sep 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi X menyoroti perluasan sasaran KIP Kuliah yang diarahkan melalui tambahan anggaran Rp1,267 triliun.
- Pemerintah diminta memastikan program memiliki target, basis data, indikator kinerja, dan mekanisme evaluasi terukur.
- Anggaran pendidikan tinggi diharapkan berdampak pada akses, mutu pendidikan, kualitas SDM, dan manfaat riset.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Ruby Chairani Syiffadia, menyoroti rencana perluasan sasaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia meminta pemerintah memastikan program tersebut memiliki target, basis data, dan indikator kinerja yang terukur.
Ruby mengatakan Fraksi Gerindra menyetujui tambahan pagu anggaran Kemendiktisaintek sebesar Rp1,267 triliun. Tambahan anggaran tersebut berdasarkan hasil pembahasan Banggar dan salah satunya diarahkan untuk memperluas sasaran penerima KIP Kuliah.
“Kami dari Fraksi Gerindra menyetujui pagu anggaran Kemendiktisaintek dengan tambahan Rp1,267 triliun dari Banggar. Diarahkan untuk memperluas sasaran KIP Kuliah,” ujar Ruby dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Mendiktisaintek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Namun, Ruby menekankan perluasan sasaran KIP Kuliah tidak cukup hanya dilakukan melalui tambahan alokasi anggaran. Menurutnya, pemerintah juga perlu memastikan ketepatan sasaran dan ukuran keberhasilan program.
“Kami juga perlu menekankan, pasti bukan semata-mata penambahan anggaran tetapi penempatan sasaran. Kejelasan indikator kinerja dan dampaknya terhadap mutu pendidikan tinggi,” katanya.
Ruby menilai setiap usulan tambahan anggaran perlu dilengkapi target yang jelas dan basis data yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat dievaluasi berdasarkan capaian serta manfaat yang diberikan kepada penerima.
Menurut Ruby, penggunaan anggaran pendidikan tinggi perlu berorientasi pada hasil, bukan hanya besarnya alokasi yang disediakan. Anggaran tersebut diharapkan meningkatkan akses dan mutu pendidikan, kualitas sumber daya manusia, serta manfaat riset bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....