Hujan Lebat Ancam Jabodetabek, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hari Ini
- 30 Jul 2026 11:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG mengimbau, masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada, Kamis, 30 Juli 2026.
- Sejumlah daerah diprakirakan, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
- Potensi dampak bencana hidrometeorologi. Berupa genangan, luapan air sungai, dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG mengimbau, masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) agar meningkatkan kewaspadaan. BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem alam berlangsung disepanjang, Kamis, 30 Juli 2026.
Sejumlah daerah diprakirakan, berpotensi mengalami hujan. Dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
Berdasarkan peringatan dini BMKG, wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat meliputi:
• Jakarta Timur
• Jakarta Selatan
• Kota Tangerang Selatan
• Kabupaten Bekasi
• Kota Bekasi
• Kabupaten Bogor
• Kota Bogor
• Kota Depok.
Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah:
• Kota Tangerang
• Kota Tangerang Selatan
• Kabupaten Tangerang
• Kota Depok.
BMKG mengingatkan, kondisi cuaca tersebut dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta mewaspadai potensi genangan, luapan sungai, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Potensi dampak bencana hidrometeorologi. Berupa genangan, luapan air sungai, dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat," kata BMKG dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
BMKG menegaskan, kesiapsiagaan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi cuaca ekstrem. Informasi terkini mengenai prakiraan cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, dan tsunami dapat dipantau melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG.
Sebelumnya, BMKG memaparkan, strategi untuk mengurangi dampak kemarau panjang di Jakarta. Salah satu langkah yang disiapkan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan apabila kondisi memenuhi persyaratan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan, OMC tidak dilakukan secara rutin, melainkan berdasarkan kondisi cuaca yang berkembang. Operasi tersebut, akan dipertimbangkan ketika Jakarta mengalami hari tanpa hujan dalam waktu yang cukup panjang.
"Kalau di Jakarta situasional, BMKG bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta itu secara situasional melihat situasi yang ada di Jakarta. Jadi ketika memang kondisinya sudah hari tanpa hujan cukup panjang, maka dilakukan operasi modifikasi cuaca," kata Faisal pada Selasa lalu.
Menurut Faisal, keberadaan awan hujan menjadi syarat utama agar teknologi modifikasi cuaca dapat dijalankan. Tanpa adanya awan yang berpotensi menghasilkan hujan, proses tersebut tidak mungkin dilakukan.
"Dengan catatan ketika awan masih ada ya. Karena kalau tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem," ujar Faisal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....