BGN Prioritaskan Operasional Dapur MBG di Daerah Stunting Tinggi

  • 30 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Gizi Nasional mempercepat operasional dapur SPPG di daerah dengan prevalensi stunting tinggi untuk memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis.
  • Kepala BGN Sudaryono menyatakan prioritas diberikan pada daerah dengan angka stunting tertinggi berdasarkan data dari Kemenkes.
  • Dapur gizi yang telah dibangun akan segera dioperasionalkan untuk memberikan intervensi gizi kepada wilayah yang paling membutuhkan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan percepatan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Langkah tersebut dilakukan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera menjangkau wilayah yang paling membutuhkan intervensi gizi.

“Kami, di rapat ini sudah dipaparkan Kemenkes, daerah-daerah mana yang memang memerlukan sentuhan butuh gizi segera, di mana angka stuntingnya tinggi. Maka kami akan memprioritaskan. Berdasarkan data ini, kita cek, dapur yang sudah dibangun, segera kami bisa dioperasionalkan,” kata Kepala BGN Sudaryono dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurutnya, BGN akan memaksimalkan pengoperasian dapur SPPG yang telah siap beroperasi. Dapur yang telah memenuhi standar kebersihan, memiliki sistem yang baik, serta menyajikan menu bergizi akan diprioritaskan untuk melayani masyarakat.

“Sudah ada daerah-daerah yang ditandai, seperti Papua, NTT, termasuk beberapa wilayah di Sumatera dan pulau-pulau lain. Itu daerah-daerah yang sangat butuh sentuhan gizi langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak kita,” ujarnya.

Selain mempercepat operasional dapur, BGN juga menyiapkan portal informasi yang dapat diakses orang tua dan sekolah. Melalui portal tersebut, masyarakat dapat mengetahui sekolah penerima MBG, menu harian, kandungan gizi, hingga informasi dapur SPPG yang melayani.

“Dalam satu sampai dua minggu ini kami siapkan satu portal. Sehingga orang tua dan sekolah bisa mengetahui anaknya di sekolah mana diberi makanan oleh negara, " kata Sudaryono.

"Fotonya apa, kandungan gizinya apa, menunya apa, kemarin apa, besoknya apa. Termasuk alamat SPPG dan kepala SPPG-nya siapa."

Sudaryono mengatakan pihaknya telah menyiapkan portal informasi untuk meningkatkan transparansi pelaksanaan Program MBG sekaligus mencegah kesalahpahaman di masyarakat. Masyarakat dapat mengakses informasi penyelenggaraan MBG secara terbuka.

“Jangan sampai timbul interpretasi berbeda-beda dan diunggah di media sosial sehingga menjadi misleading. Trust is good, control is better. Kami ingin memastikan seluruh tim dapur memenuhi standar gizi, menunya baik, diterima dengan baik oleh penerima manfaat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....