KBRI di Addis Ababa meresmikan "Loka Budaya", sebuah pusat kebudayaan baru yang dinamis di lingkungan KBRI Addis Ababa pada Kamis, 18 Juni 2026.
"Loka Budaya" telah menyiapkan Kalender Acara 2026 yang dinamis untuk menjaga keterlibatan komunitas sepanjang tahun.
Sementara, peresmian "Loka Budaya" turut dirangkaikan dengan peluncuran pameran foto perdana bertajuk “Makan-Makan: the social heartbeat of a shared meal” (Makan-Makan: Detak Jantung Sosial dari Hidangan Bersama).
Duta Besar RI untuk Etiopia, Jibuti, dan Uni Afrika, Faizal Chery Sidharta, dalam sambutan peresmian "Loka Budaya", Kamis, 18 Juni 2026 di Addis Ababa (Foto: Dokumentasi/ KBRI Addis Ababa)
RRI.CO.ID, Addis Ababa - KBRI di Addis Ababa meresmikan "Loka Budaya", sebuah pusat kebudayaan baru yang dinamis di lingkungan KBRI Addis Ababa pada Kamis, 18 Juni 2026. "Loka Budaya" berfungsi sebagai pusat diplomasi lunak sebagai wadah untuk pertukaran lintas budaya, keterlibatan komunitas yang mendalam, dan jembatan hubungan yang tulus.
"Loka Budaya adalah ruang bagi Anda juga, pintu kami selalu terbuka, kami tidak sekadar menampilkan budaya Indonesia. Kami menciptakan ruang untuk pertukaran yang tulus dan bermakna, itulah inti utamanya, sebuah pusat kolaborasi (hub), bukan sekadar tempat acara (venue)," ujar Duta Besar RI untuk Etiopia, Jibuti, dan Uni Afrika, Faizal Chery Sidharta, dalam sambutan pembukaannya dilansir dari laman Kemlu RI, Minggu, 28 Juni 2026.
Peresmian tersebut dihadiri lebih dari seratus orang yang sangat antusias, termasuk pejabat tinggi dari pemerintah Etiopia, anggota korps diplomatik, seniman lokal terkemuka, kreator konten koki kelas atas, serta para pelajar. "Lebih dari sekadar tempat, Loka Budaya adalah sebuah undangan terbuka untuk kolaborasi dan hubungan yang tulus, KBRI Addis Ababa mengajak siapa saja yang memiliki proyek kreatif, cerita, atau ide untuk melangkah masuk dan ikut terlibat," kata Dubes Faizal menambahkan.
Dubes Faizal menjelaskan, "Loka Budaya" telah menyiapkan Kalender Acara 2026 yang dinamis untuk menjaga keterlibatan komunitas sepanjang tahun. Ia menyebut, rangkaian acara tersebut menampilkan Jazz Journey pada 22 Juli di African Jazz Village, yang menghadirkan pianis jazz Indonesia pemenang penghargaan internasional, Nial Djuliarso.
"Para tamu juga dapat menantikan Lokakarya Batik interaktif bersama Batik House Indonesia. Kegiatan ini yang mengeksplorasi perpaduan unik antara motif Indonesia dan Etiopia-Afrika," ujarnya.
"Menutup rangkaian acara utama pada November 2026 adalah kelas master kuliner bertajuk “A Journey Through Indonesian Cuisine” (Perjalanan Melalui Kuliner Indonesia). Acara khusus ini akan dipimpin oleh pakar kuliner legendaris William Wongso, yang terkenal karena penampilannya dalam program National Geographic Gordon Ramsay: Uncharted," ucapnya melanjutkan.
Sementara, peresmian "Loka Budaya" turut dirangkaikan dengan peluncuran pameran foto perdana bertajuk “Makan-Makan: the social heartbeat of a shared meal” (Makan-Makan: Detak Jantung Sosial dari Hidangan Bersama). Pameran ini merupakan kolaborasi unik yang menampilkan visual memukau dari aset digital Kementerian Pariwisata RI bersama karya Imran Mazhar, seorang fotografer komersial pemenang penghargaan yang berbasis di Addis Ababa.
"Loka Budaya" berfungsi sebagai pusat diplomasi lunak sebagai wadah untuk pertukaran lintas budaya, keterlibatan komunitas yang mendalam, dan jembatan hubungan yang tulus (Foto: Dokumentasi/ KBRI Addis Ababa)
Pameran ini dengan indah menyoroti hubungan mendalam antara budaya kuliner Indonesia dan Etiopia. Pameran menyajikan 22 pasang foto.
“Mengapa 'Makan-Makan' menjadi tema pembuka kami? Karena makanan adalah tempat di mana budaya tampil paling jujur," kata Dubes RI memaparkan.