Bakom Tegaskan, Sistem Kelistrikan Jawa-Bali Telah Pulih

  • 02 Jul 2026 15:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sistem jaringan listrik Jawa-Bali telah berjalan normal kembali setelah PLN bersama pemerintah bekerja sama memulihkan kondisi.
  • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, M. Qodari menjelaskan, pemulihan listrik adalah bentuk responsif yang dilakukan pemerintah dan PLN.
  • Selain memastikan pemulihan sistem, Qodari juga menyoroti pencapaian rasio elektrifikasi nasional. Risiko elektrifikasi nasional kini sudah menyentuh angka 99,83 persen.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyatakan, sistem jaringan listrik Jawa-Bali telah berjalan normal kembali. Sebelumnya, jaringan listrik wilayah Jawa-Bali sempat terlanda gangguan yang mengakibatkan adanya pemadaman bergilir.

Saat ini, kondisi sistem kelistrikan disebut kembali normal dan pasokan energi dipastikan stabil. Kestabilan pasokan ini penting guna mendukung aktivitas masyarakat serta pembangunan nasional.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, M. Qodari menjelaskan, pemulihan listrik adalah bentuk responsif yang dilakukan pemerintah dan PLN. Qodari memastikan, kestabilan listrik menjadi prioritas utama guna mendukung ekonomi nasional.

"Gangguan pada sistem kelistrikan tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi. Termasuk layanan publik, dan kepercayaan investor," ujar Qodari, di kantor Bakom, pada Kamis 2 Juli 2026.

Selain memastikan pemulihan sistem, Qodari juga menyoroti pencapaian rasio elektrifikasi nasional. Risiko elektrifikasi nasional kini sudah menyentuh angka 99,83 persen.

Pencapaian tersebut menggambarkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses energi. Baik itu untuk seluruh rakyat Indonesia hingga ke pelosok daerah.

"Berdasarkan data resmi PLN per 29 Juni 2026, sebanyak 1,94 juta rumah tangga telah mendapatkan akses listrik. Hingga triwulan 1 2026 ini, rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83 persen," ucapnya.

Qodari menyampaikan, pemerintah melalui Kementerian ESDM terus melakukan mitigasi risiko dan memperkuat koordinasi. Hal itu dilakukan dengan PT PLN untuk menjaga stabilitas sistem ketenagalistrikan.

Langkah tersebut meliputi penguatan pengelolaan rantai pasok energi primer dan optimalisasi pembangkit. Selain itu juga percepatan penyelesaian pemeliharaan pembangkit utama.

"Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap setiap gangguan yang terjadi. Selain itu juga memastikan pemulihan berlangsung cepat, terukur, dan transparan," kata Qodari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....