Hadapi El Nino, AHY: Kita tidak Boleh Lengah, Suhu Derajat Bisa Terus Meningkat
- 29 Jul 2026 08:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah melalui Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah menghadapi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino Godzila.
- El Nino Godzila tidak hanya membawa risiko cuaca ekstrem tetapi juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat merugikan ekonomi dan lingkungan.
- Meskipun fenomena El Nino bukan peristiwa pertama kali di Indonesia, pemerintah menekankan perlunya kewaspadaan ekstra mengingat ancaman komprehensif yang dapat ditimbulkan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah meminta seluruh pihak dan masyarakat untuk tidak lengah menghadapi cuaca ekstrem akibat El Nino Godzila. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono.
Meski fenomena El Nino ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia, namun terdapat ancaman lainnya yang dapat ditimbulkan. Seperti dicontohkan Menko Infra, yakni dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini dijelaskannya, karena berlangsungnya musim kemarau kali ini bertepatan dengan terjadinya fenomena El Nino Godzila. Kondisi ini dikatakannya, mengakibatkan terjadinya peningkatan suhu derajat yang berpotensi menimbulkan karhutla.
"Kita tidak boleh lengah, karena El Nino juga bisa terus meningkat derajatnya. Ada trendline yang harus kita antisipasi bersama, terutama jika masih berhimpit antara El Nino dengan masa kemarau, karena di samping isu kesiapan atau ketersediaan air bersih, juga ada isu kebakaran hutan dan lahan," kata AHY sapaan karibnya, saat menggelar konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Dalam mengantisipasi hal itu, lebih lanjut dijelaskan Menko Infra bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah langkah strategis. AHY menuturkan sejumlah langkah antisipasi tersebut antara lain, memastikan ketersediaan air, dan melakukan modifikasi cuaca.
Untuk ketersediaan air ditegaskannya, menjadi prioritas dalam menjamin kebutuhan air untuk sejumlah sektor selama El Nino Godzila berlangsung. Sementara untuk modifikasi cuaca dijelaskan AHY, agar mengantisipasi dampak El Nino Godzila yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan.
"Memastikan bendungan dan waduk kita memiliki debit air yang cukup untuk suplai air bersih, suplai air baku bagi masyarakat, dan juga untuk mendukung irigasi. Operasi modifikasi cuaca dengan metodologi yang diharapkan bisa segera memadamkan titik-titik api (karhutla)," ujar Menko Infra.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino kini telah memasuki kategori kuat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat langkah antisipasi melalui operasi modifikasi cuaca.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kekeringan sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan El Nino dinyatakan aktif ketika suhu permukaan laut di wilayah tengah Samudra Pasifik meningkat lebih dari 0,5 derajat Celsius di atas kondisi normal.
Saat ini, lanjutnya, indikator tersebut menunjukkan El Nino telah berada pada level kuat. Sehingga memerlukan kewaspadaan yang lebih tinggi.
"Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat, jadi kita perlu mengantisipasi khususnya pada dua hal. Yang pertama, antisipasi terkait dengan kekeringan, dan yang kedua terkait dengan kebakaran hutan dan lahan," ujar Faisal, Selasa 28 Juli 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....