Wamen PPPA Luncurkan Akademi Kepemimpinan Perempuan Perkuat Birokrasi

  • 28 Jul 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamen PPPA Veronica Tan meluncurkan Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy sebagai program penguatan kepemimpinan perempuan di lingkungan birokrasi.
  • Program ini mendorong pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan menuju pencapaian Indonesia Emas 2045.
  • Kepemimpinan perempuan menghasilkan kebijakan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan memperkuat pelayanan publik secara menyeluruh.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan meluncurkan Gender Mainstreaming for Women Leaders Academy guna memperkuat kepemimpinan perempuan di birokrasi. Program tersebut mendorong pembangunan nasional inklusif berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.

Veronica menegaskan kepemimpinan perempuan menghadirkan kebijakan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, bukan sekadar meningkatkan representasi. Menurutnya, kebijakan inklusif memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong pembangunan berkeadilan bagi seluruh warga.

“Kepemimpinan responsif gender menghadirkan kebijakan inklusif dan pelayanan publik yang lebih responsif. Lingkungan kerja aman, bebas diskriminasi, serta inovasi berkeadilan turut dihasilkan,” kata Veronica Tan saat memberikan sambutan di kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Veronica menjelaskan akademi tersebut disiapkan mencetak pemimpin perempuan kompeten, berintegritas, kolaboratif, dan berperspektif gender dalam setiap kebijakan. Data BKN 2024 mencatat perempuan mendominasi ASN, namun keterwakilan pada Jabatan Pimpinan Tinggi masih rendah.

Veronica menyebut keterwakilan perempuan pada Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan ASN masih tergolong rendah. Perempuan mengisi 15,83 persen JPT Pratama, 16,19 persen JPT Madya, dan 16,57 persen JPT Utama.

“Kesenjangan antara jumlah perempuan ASN dan keterwakilannya pada JPT tidak dapat dijelaskan semata-mata oleh kapasitas. Karena itu, kita harus membangun ekosistem yang memberikan kesempatan untuk memimpin berdasarkan kompetensi dan sistem merit,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengarusutamaan gender merupakan strategi pembangunan yang memastikan setiap kebijakan, program, dan pelayanan publik memberikan manfaat yang adil bagi seluruh warga negara. Upaya tersebut juga sejalan dengan Asta Cita keempat sebagai bagian dari strategi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan itu, Veronica mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem kepemimpinan yang inklusif melalui empat pilar utama. Yakni akses yang setara, partisipasi penuh, kontrol aktif, dan manfaat yang setara.

“Kepemimpinan perempuan bukan kompetisi antara perempuan dan laki-laki, melainkan kemitraan strategis untuk menghadirkan perubahan. Mari bersama-sama membangun kepemimpinan yang membuka lebih banyak kesempatan, menghadirkan manfaat yang adil, dan meninggalkan dampak nyata bagi terwujudnya Indonesia yang inklusif dan berkeadilan,” kata Veronica menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....