MenPPPA Dorong Perempuan Desa Kembangkan Usaha Produktif
- 12 Sep 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong perempuan desa untuk mengembangkan keterampilan seperti beauty class dan menjahit menjadi usaha produktif yang menghasilkan pendapatan nyata.
- Pengembangan keterampilan perempuan desa diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
- Program pelatihan kapasitas ekonomi perempuan diimplementasikan melalui Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kampung Cempluk, Desa Kalisongo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
RRI.CO.ID, Malang - Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong perempuan desa mengembangkan keterampilan menjadi usaha produktif dan berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai dapat memperkuat kemandirian ekonomi perempuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Arifah mengatakan, pelatihan seperti beauty class dan menjahit tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Keterampilan tersebut perlu dikembangkan menjadi usaha yang memberikan penghasilan bagi perempuan dan keluarganya.
“Pelatihan seperti beauty class dan menjahit ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha,” kata Arifah saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ekonomi Perempuan melalui implementasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kampung Cempluk, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu, 12 September 2026.
“Usaha tersebut diharapkan memberikan penghasilan, Bahkan memberikan manfaat nyata bagi ekonomi keluarga,” ujar Arifah, menambahkan.
Arifah menilai pemberdayaan ekonomi dapat meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, serta kemampuan perempuan mengambil keputusan. Namun, perempuan masih menghadapi keterbatasan pelatihan, modal, dan pengaruh norma sosial.
“Ketika perempuan memiliki keterampilan dan penghasilan, perempuan memiliki ruang lebih kuat mengambil keputusan bagi dirinya dan keluarga. Penghasilan perempuan juga mendukung pendidikan anak, pemenuhan gizi, akses kesehatan, serta keberanian menentukan masa depan,” ujarnya.
Arifah menyebut tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan masih 56 persen. Sementara itu, TPAK laki-laki mencapai 85 persen, menunjukkan kesenjangan partisipasi kerja berdasarkan gender.
Karena itu, pemberdayaan ekonomi perempuan perlu disertai pembagian peran yang adil dalam keluarga. Dukungan keluarga dan lingkungan diperlukan agar perempuan dapat bekerja tanpa menanggung beban ganda.
“Perempuan tidak dapat didorong semakin produktif tanpa memastikan pembagian peran dalam keluarga berjalan adil. Ketika keluarga saling mendukung, manfaatnya dirasakan keluarga dan masyarakat desa,” ucap Arifah.
Menurut Arifah, implementasi RBI di sejumlah daerah menunjukkan praktik baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Di Bone Bolango, RBI disebut berkontribusi menekan kasus kekerasan dan perkawinan anak hingga nol kasus.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar menegaskan komitmen pemerintah daerah mendukung pemberdayaan perempuan melalui pendampingan. Dukungan juga diberikan melalui akses peluang usaha dan penguatan jaringan pasar.
“Pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi harus disertai pendampingan dan akses peluang usaha berkelanjutan. Dengan demikian, keterampilan perempuan dapat berkembang menjadi kegiatan produktif,” ujar Budiar.
Kepala Desa Kalisongo Siswanto mengatakan, pemerintah desa siap mendukung pengembangan kelompok usaha perempuan melalui penguatan kelembagaan. Pendampingan dilakukan untuk mendorong perempuan semakin mandiri dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Ruang Bersama Indonesia di Desa Kalisongo menjadi wadah warga untuk belajar, saling mendukung, dan mengembangkan potensi. Pemerintah Desa siap mengawal gerakan ini agar perempuan semakin mandiri,” ujar Siswanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....