Kemenhub Kawal Pemulangan Dua Awak MT Belma Korban Serangan Misil di Selat Hormuz
- 28 Jul 2026 10:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perhubungan mengawal pemulangan dua awak kapal Indonesia yang bekerja di MT Belma setelah terdampak serangan misil di Selat Hormuz
- Pemerintah menegaskan komitmen melindungi pelaut Indonesia melalui koordinasi bersama Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri dan berbagai pihak terkait
- MT Belma mengalami tiga kali serangan misil pada 15 dan 17 Juli 2026, sebelum seluruh awak kapal berhasil dievakuasi ke Pulau Kharg, Iran
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengawal proses pemulangan dua awak kapal Indonesia yang terdampak serangan misil terhadap MT Belma di Selat Hormuz. Pemerintah memastikan kedua pelaut memperoleh perlindungan serta pendampingan hingga kembali dengan selamat ke Indonesia.
Kedua awak kapal tiba melalui Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 18.30 WIB. Penjemputan dilakukan perwakilan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan bersama Direktur PT Utama Bahari Indonesia Nur Suwanto dari perusahaan pemegang ‘Surat Izin Usaha Keagenan Awak Kapal (SIUKAK)’.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin mengatakan negara hadir untuk memastikan perlindungan serta pemenuhan hak-hak pelaut Indonesia. Komitmen tersebut diberikan kepada pelaut Indonesia yang menghadapi situasi darurat saat bekerja di luar negeri.
“Pemerintah terus berkomitmen memberikan perlindungan kepada pelaut Indonesia. termasuk dalam kondisi darurat akibat konflik atau gangguan keamanan di wilayah pelayaran internasional,” ujar Samsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima RRI di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Samsuddin juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan hingga pemulangan kedua awak kapal Indonesia. Apresiasi tersebut ditujukan kepada perusahaan keagenan, pemilik kapal, otoritas setempat, serta Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri.
Ia mengatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar seluruh tahapan penanganan berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Langkah tersebut bertujuan memastikan proses pemulangan awak kapal berlangsung aman hingga kembali ke tanah air.
“Kami memastikan proses penanganan, koordinasi, hingga pemulangan awak kapal dapat berjalan dengan baik bersama Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri. Sehingga para awak kapal dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” katanya.
Berdasarkan kronologi, MT Belma berlayar melewati Selat Hormuz menuju Kharg Island Anchorage pada 15 Juli 2026. Dalam pelayaran tersebut, kapal mengalami dua kali serangan misil yang mengenai bagian ‘funnel’ dan menyebabkan sejumlah kerusakan.
Kerusakan itu membuat mesin kapal tidak dapat beroperasi sehingga MT Belma terombang-ambing dan hampir mendekati daratan. Nakhoda kemudian memutuskan membawa kapal berlabuh pada 16 Juli demi menjaga keselamatan seluruh awak.
Saat berlabuh pada 17 Juli, MT Belma kembali mengalami serangan misil yang mengenai bagian funnel kapal. Sekitar pukul 18.00 waktu setempat, seluruh awak kapal berhasil dievakuasi menuju Pulau Kharg, Iran, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....