KLH Perkuat Sinergi Lintas Kementerian, Lindungi Ekosistem Mangrove

  • 27 Jul 2026 09:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • aksi penanaman serentak lebih dari satu juta bibit mangrove di 162 titik pada 37 provinsi
  • Pemerintah berharap perlindungan dan rehabilitasi mangrove menjadi gerakan nasional yang mampu memperkuat ketahanan pesisir

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat kolaborasi lintas kementerian untuk menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove. Di antaranya dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan sejumlah pemerintah daerah.

Ini dilakukan melalui aksi penanaman serentak lebih dari satu juta bibit mangrove di 162 titik pada 37 provinsi. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayat, menegaskan mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan.

“Mangrove mampu melindungi dan menjaga sumber kehidupan masyarakat pesisir, menyimpan karbon, dan menjadi rumah keanekaragaman hayati,” ujarnya, Senin 27 Juli 2026. Karena itu, lanjut Menteri, menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan dan mengamankan masa depan generasi Indonesia.

Indonesia saat ini memiliki kawasan mangrove seluas lebih dari 3,45 juta hektare. Ini setara dengan sekitar 20 hingga 25 persen dari total mangrove sedunia.

“Potensi tersebut menjadi modal besar sekaligus tanggung jawab Indonesia dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir,” ucapnya. “Apalagi di tengah ancaman alih fungsi lahan, pencemaran, dan eksploitasi.”

Untuk memperkuat upaya tersebut, pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Ini diperkuat dengan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional 2026–2055 sebagai pedoman pengelolaan jangka panjang.

Dukungan juga datang dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Menurut dia, perlindungan mangrove menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi biru.

“KKP sangat concern dan berkomitmen menyeimbangkan antara ekologi dan ekonomi (ekonomi biru),” ujarnya. Menurut Menteri, salah satu program yang akan dilakukan adalah revitalisasi Pantura Jawa, termasuk restorasi mangrove.

Jumhur berharap perlindungan dan rehabilitasi mangrove dapat menjadi gerakan nasional yang mampu memperkuat ketahanan pesisir. “Selain itu dapat mendukung pengendalian perubahan iklim serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....