KOWANI Bangun Ketahanan Pangan Berbasis Perempuan dan Pangan Lokal

  • 27 Jul 2026 18:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KOWANI membangun Gerakan Nasional Ketahanan Pangan berbasis pemberdayaan perempuan dan pangan lokal menuju Indonesia Emas 2045
  • Gerakan mendorong diversifikasi pangan lokal, hilirisasi hasil pertanian, penguatan koperasi, UMKM, serta inisiatif Tempe Indonesia goes to UNESCO
  • Pemerintah dan Kantor Staf Presiden mendukung kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan melalui peran perempuan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) membangun Gerakan Nasional Ketahanan Pangan berbasis pemberdayaan perempuan dan pangan lokal menuju Indonesia Emas 2045. Gerakan tersebut ditandai dengan peluncuran Festival Panen Raya KOWANI melalui Seminar Nasional di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan gerakan tersebut mengintegrasikan pemberdayaan perempuan dengan penguatan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pembangunan keluarga, desa, dan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"KOWANI tidak sedang menyiapkan sebuah acara, tetapi menyiapkan sebuah peradaban. Ketahanan pangan dimulai dari keluarga yang tangguh, dan keluarga yang tangguh dimulai dari perempuan yang berdaya," ucap Nannie, dalam keterangan tertulisnya.

Nannie mengatakan gerakan tersebut mendorong diversifikasi pangan lokal, hilirisasi, serta penguatan koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menambahkan, KOWANI juga mendukung inisiatif Tempe Indonesia Menuju UNESCO sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Sebagai bagian rangkaian menuju 100 Tahun KOWANI, organisasi tersebut juga meluncurkan empat gerakan strategis yang saling terintegrasi. Program tersebut mencakup Festival Panen Raya, Tempe Goes to UNESCO, Pamong Pramuka KOWANI, dan transformasi digital organisasi.

Selain itu, Ketua Umum KOWANI juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun masa depan Indonesia. “Mari kita wariskan bukan hanya organisasi yang besar, tetapi gerakan yang besar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Kasan menyatakan gerakan KOWANI sejalan dengan arah pembangunan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak sistem pangan dari keluarga hingga masyarakat.

"Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan pangan nasional. Jutaan perempuan Indonesia berperan pada berbagai sektor pangan, dari petani hingga penggerak program pemberdayaan masyarakat," kata Kasan.

Kasan menyoroti pentingnya diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia juga menekankan hilirisasi hasil pertanian guna meningkatkan nilai tambah produk pangan Indonesia.

Selain itu, Ia juga mengapresiasi inisiatif Tempe Indonesia Menuju UNESCO sebagai bagian diplomasi budaya dan diplomasi pangan Indonesia. Kasan turut mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan perempuan motor penggerak transformasi pangan melalui kolaborasi lintas sektor berkelanjutan.

Di sisi lain, Deputi Bidang Perekonomian dan Pangan Kantor Staf Presiden Popy Rufaidah menyampaikan dukungan terhadap Festival Panen Raya KOWANI. Menurutnya, KOWANI memiliki peran besar sebagai mitra pemerintah menggerakkan masyarakat hingga tingkat keluarga dan desa.

Popy juga mengatakan gerakan tersebut tidak hanya berfokus meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperkuat diversifikasi pangan lokal. Ia menambahkan, gerakan itu juga mendorong pemberdayaan perempuan serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.

Ia mendorong pengembangan gerakan penanaman komoditas strategis, seperti cabai merah, jahe, anggur, dan komoditas lokal melalui Desa Binaan KOWANI. Popy juga menegaskan Kantor Staf Presiden siap memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah bila diperlukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....