Kepala BGN Tegaskan SPPG yang Tak Penuhi Standar Akan Ditutup

  • 27 Jul 2026 08:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menegaskan semua SPPG wajib memenuhi standar yang meliputi keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola.
  • SPPG yang belum memenuhi standar akan menerima pembinaan dan evaluasi dari pihak berwenang.
  • Operasional SPPG akan dihentikan apabila tidak menunjukkan perbaikan setelah proses pembinaan dan evaluasi.

RRI.CO.ID, Bogor - Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan seluruh SPPG wajib memenuhi standar yang ditetapkan. Standar tersebut mencakup keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola.

Sudaryono mengatakan SPPG yang belum memenuhi standar akan dibina dan dievaluasi. Operasional SPPG akan dihentikan apabila tidak menunjukkan perbaikan.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kualitas layanan, keamanan pangan, dan mutu gizi tidak boleh dikompromikan.

"Kami akan membina dan menegur SPPG yang belum memenuhi standar. Jika tetap tidak membaik, operasionalnya akan kami hentikan," kata Sudaryono.

Pernyataan itu disampaikan saat inspeksi mendadak SPPG di Bogor, Jumat 24 Juli 2026. Ia menegaskan pelanggaran tidak boleh merusak kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG.

Sudaryono mengatakan BGN mengedepankan pembinaan disertai penegakan disiplin. SPPG berprestasi akan diapresiasi, sedangkan pelanggaran dikenai sanksi sesuai ketentuan.

"SPPG yang disiplin akan mendapat apresiasi. Sebaliknya, pelanggaran akan dikenai sanksi hingga penghentian operasional," ujarnya.

Ia menjelaskan inspeksi dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Langkah itu bertujuan memperoleh gambaran objektif kondisi operasional di lapangan.

Inspeksi juga menjadi sarana memberikan apresiasi kepada petugas SPPG. Apresiasi diberikan kepada petugas yang bekerja sesuai petunjuk teknis.

Sudaryono meninjau SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5. Sebagian besar SPPG telah menjalankan operasional sesuai standar.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas dan variasi menu. Variasi diperlukan agar penerima manfaat tidak merasa bosan.

Sudaryono mengajak masyarakat dan media mengawasi pelaksanaan Program MBG. Masukan publik diharapkan membantu meningkatkan kualitas layanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....