SPPG Tak Penuhi Standar MBG Bakal Ditutup Permanen

  • 24 Jul 2026 19:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BGN Sudaryono akan menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Setiap dapur MBG wajib memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, hingga tata kelola operasional.
  • Sudaryono menegaskan, Program MBG merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Sudaryono, setiap dapur MBG wajib memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, hingga tata kelola operasional.

Ia menegaskan, bahwa SPPG yang belum memenuhi ketentuan akan terlebih dahulu dibina dan dievaluasi untuk dilakukan perbaikan. Namun, apabila tidak menunjukkan perbaikan, operasional SPPG tersebut akan dihentikan permanen.

“Kita akan perbaiki dan tegur, kalau memang tidak bisa memperbaiki, kita tutup, jika memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, gizi, mutu dan operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga,” kata Sudaryono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPPG di Bogor, Jumat 24 Juli 2026.

Sudaryono menegaskan, Program MBG merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, tidak boleh ada kelalaian dalam setiap tahapan pelaksanaannya.

Ia mengatakan, menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, dan mutu gizi merupakan komitmen yang wajib dipegang seluruh SPPG. Hal itu penting untuk melindungi kesehatan penerima manfaat sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG.

BGN, lanjut Sudaryono, akan menerapkan prinsip pembinaan yang disertai dengan penegakan disiplin. SPPG yang menunjukkan kinerja baik akan diberikan apresiasi, sedangkan yang mengabaikan ketentuan akan dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.

“Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya enggak disiplin, petugasnya enggak disiplin, ya kita mesti hentikan. Kita harus berani, yang bagus kita reward (beri penghargaan), yang jelek kita mesti kasih punishment (hukuman) juga,” ujarnya.

Sudaryono menjelaskan, sidak dilakukan secara acak di sejumlah lokasi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Langkah tersebut bertujuan memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi di lapangan.

Selain itu, sidak juga dilakukan untuk memberikan semangat kepada SPPG dan para petugas yang telah menjalankan operasional sesuai dengan petunjuk teknis (juknis). Dalam pemantauan ke SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5, Sudaryono menyebut sebagian besar telah menjalankan operasional sesuai standar yang ditetapkan.

Meski demikian, tantangan bagi SPPG yang telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) adalah menjaga kualitas sekaligus variasi menu agar penerima manfaat tidak merasa bosan.

“Yang sudah bagus itu tantangannya tinggal satu, yaitu variasi dari menunya supaya yang anak-anak maupun yang ibu-ibu, yang mengonsumsi itu bisa tidak bosan,” katanya.

Sudaryono juga mengajak masyarakat dan media turut mengawal pelaksanaan Program MBG. Ia meminta masyarakat memberikan masukan apabila menemukan pelayanan yang belum sesuai standar.

Menurutnya, pengawasan publik merupakan bagian penting dari upaya bersama. Guna meningkatkan kualitas layanan Program MBG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....