Profil Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Undur Diri
- 27 Jul 2026 09:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
RRI.CO.ID, Jakarta - Perry Warjiyo resmi meletakkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengunduran dirinya telah diterima Presiden Prabowo Subianto dan diumumkan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Senin, 27 Juli 2026.
Perry menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2018 dan kembali dipercaya memimpin bank sentral untuk periode 2023-2028. Sebelumnya dia telah meniti karier panjang di lembaga tersebut selama lebih dari empat dekade.
Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959. Gelar sarjana bidang akuntansi diperolehnya dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1982.
Setelah itu, Perry melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat (AS). Di sana dia meraih gelar Master pada 1989 dan Doktor (Ph.D.) pada 1991.
Karirnya di BI dimulai sebagai staf Desk Peneyelamatan Kredit urusan pemeriksaan dan pengawasan. Setelah itu merambah bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, hubungan internasional, pengelolaan devisa, serta transformasi organisasi bank sentral.
Pada 2009-2013, Perry menjabat Asisten Gubernur BI bidang Kebijakan Moneter, Makroprudensial, dan Internasional. Jabatan itu dirangkap dengan Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Sebelum kembali ke BI pada 2009, Perry dipercaya menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) periode 2007-2009. Pada posisi tersebut, dia mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.
Pengalaman tersebut memperkuat kiprahnya dalam bidang kebijakan ekonomi dan keuangan internasional. Pada 2013, Perry diangkat menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Lima tahun kemudian, dia dipercaya menjadi Gubernur BI periode 2018-2023 menggantikan Agus Martowardojo. Ayah tiga anak ini kemudian kembali menjabat untuk periode kedua pada 2023-2028.
Selama memimpin BI, Perry berperan dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Di bawah kepemimpinannya, BI menerima sejumlah penghargaan internasional.
Di antaranya The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) pada 2018 dan 2022. Selain itu, BI juga memperoleh Best Asset Owner in Southeast Asia dari Asian Investor pada 2022.
Penghargaan lainnya ialah The Best Systemic and Prudential Regulator in Asia Pacific dari The Asian Banker pada 2021. Selain berkarier sebagai bankir sentral, Perry dikenal aktif menulis buku dan jurnal di bidang ekonomi serta kebijakan moneter.
Beberapa karyanya antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), serta Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....