Ekonom: Perbaikan Rantai Pasok Kunci Ketahanan Energi

  • 15 Sep 2026 01:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perbaikan rantai pasok dianggap krusial untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia dan meningkatkan cadangan energi nasional.
  • Ketahanan energi memiliki empat indikator utama: ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan daya beli energi.
  • Ahli Ekonomi Energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menjaga ketahanan energi nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta — Perbaikan rantai pasok dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. Hal tersebut diperlukan selain upaya meningkatkan cadangan energi nasional.

Ekonom Energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, mengatakan ketahanan energi memiliki beberapa indikator. Indikator tersebut meliputi ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan daya beli energi.

Menurut Yayan, Indonesia masih menghadapi ketergantungan terhadap impor energi. Kondisi tersebut membuat ketahanan energi nasional perlu diperkuat melalui berbagai langkah strategis.

Pertamina sebelumnya menyebut ketahanan stok Pertalite dan Biosolar berada sekitar 15 hari. Pemerintah juga mendorong penguatan fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM nasional.

Yayan menilai persoalan rantai pasok perlu menjadi perhatian utama pemerintah. Menurutnya, distribusi energi Indonesia menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.

“Yang paling penting itu dibereskan dulu rantai pasoknya. Harus se-efisien mungkin,” ujar Yayan saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Ia menilai kebijakan satu harga perlu disertai perbaikan infrastruktur rantai pasok. Tanpa perbaikan tersebut, kebijakan tersebut berpotensi menambah beban subsidi pemerintah.

“Walaupun pemerintah di RUU Migas itu ingin menerapkan satu harga, ya. Tetapi kalau tanpa diimbangi dengan perbaikan infrastruktur rantai pasok Migas, saya kira itu gak akan jalan,” katanya.

Selain rantai pasok, Yayan menyoroti pentingnya efisiensi pengelolaan sektor energi. Ia menilai revitalisasi Pertamina dan PLN diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan energi.

Yayan juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber energi yang tersedia secara berkelanjutan. Menurutnya, sumber daya seperti gas, batu bara, dan mineral perlu dikelola untuk kepentingan masyarakat.

“Jadi kita ini parsial, kita relatif tahan, tetapi sebagian lagi kita masih relatif rentan. Terutama dari sisi ketersediaan dan rantai pasok yang memang masih belum efisien,” ucapnya.

Pemerintah sendiri telah menetapkan penguatan ketahanan energi sebagai salah satu fokus kebijakan energi nasional. Pemerintah juga mengakui kapasitas penyimpanan BBM masih perlu diperkuat untuk menjaga keandalan pasokan. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....