Lemonilo: Anak Berhak Atas Gizi Sehat dan Pendidikan Berkualitas

  • 26 Jul 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Co-Founder Lemonilo Shinta Nurfauziah menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pemenuhan hak anak melalui akses pangan sehat dan pendidikan formal maupun nonformal.
  • Setiap anak perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, termasuk melalui bidang ekonomi kreatif seperti musik dan seni.
  • Lemonilo tidak hanya menyediakan akses makanan sehat tetapi juga mendukung pendidikan layak agar anak dapat mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Co-Founder Lemonilo, Shinta Nurfauziah, menegaskan komitmen perusahaan mendukung pemenuhan hak anak melalui akses terhadap pangan sehat serta pendidikan formal dan nonformal. Menurutnya, setiap anak perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, termasuk melalui bidang ekonomi kreatif seperti musik dan seni.

Shinta menyatakan pihaknya tidak hanya menyediakan akses makanan sehat saja. Ia menegaskan pihaknya juga mendukung pendidikan layak agar anak mengembangkan potensi dan meraih masa depan lebih baik.

“Kami tidak hanya ingin anak-anak mendapat akses makanan sehat, tetapi juga pendidikan yang layak, baik formal maupun nonformal. Musik dan seni juga bisa menjadi ruang bagi mereka untuk berkarya dan berkembang,” kata Shinta Nurfauziah saat diwawancarai awak media di kawasan Jakarta Timur, Minggu, 26 Juli 2026.

Ia menilai pengembangan potensi anak tidak lagi terbatas pada kemampuan akademik semata. Di era saat ini, kreativitas juga menjadi bekal penting yang dapat membuka peluang masa depan.

“Sekarang bukan hanya soal pintar matematika atau bahasa Inggris. Ekonomi kreatif juga bisa lahir dari musik maupun tarian, dan itu yang kami ingin dukung,” ujarnya.

Shinta menambahkan dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial untuk menjadi penghubung sekaligus katalis dalam menyalurkan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan perusahaan perlu diiringi kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Perusahaan harus menjadi jembatan dan katalis untuk menyalurkan kembali kebaikan yang kami dapat dari Indonesia kepada masyarakat. Kami tidak hanya menikmati manfaatnya, tetapi juga ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....