Kementerian PPPA Perkuat Partisipasi Anak lewat ‘Kemudi Anak Roadshow’

  • 05 Agt 2026 16:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KemenPPPA meluncurkan Kemudi Anak Roadshow sebagai wadah penyampaian aspirasi anak secara langsung kepada pengambil kebijakan.
  • Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Anak Nasional 2026 yang melibatkan kolaborasi lintas kementerian (Kemenkes, Kemenag, Kemendikdasmen).
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan bahwa anak berhak dilibatkan dalam setiap kebijakan yang menyangkut kehidupan mereka dan pandangan anak harus menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memperkuat partisipasi anak melalui Kemudi Anak Roadshow sebagai wadah penyampaian aspirasi langsung kepada para pengambil kebijakan. Kegiatan rangkaian Hari Anak Nasional 2026 itu melibatkan Kemenkes, Kemenag, dan Kemendikdasmen guna mendorong kebijakan lebih responsif.

Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan anak berhak dilibatkan dalam setiap kebijakan yang menyangkut kehidupan mereka. Menurutnya, pandangan dan gagasan anak harus didengar sebagai bagian penting proses pengambilan keputusan.

Setiap anak berhak menyampaikan pandangan mengenai kehidupannya dan harus dilibatkan dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Anak bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi mitra yang gagasan serta perspektifnya patut didengar,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Arifah menegaskan pihaknya mendampingi perwakilan anak menyampaikan 12 Poin Suara Anak Indonesia 2026 kepada tiga kementerian. Aspirasi disampaikan kepada Kemenkes, Kemenag, dan Kemendikdasmen sebagai masukan penyusunan kebijakan yang berpihak pada anak.

“Hari ini mereka hadir bukan sekadar menyampaikan harapan, tetapi juga membawa semangat kolaborasi. Mereka percaya bahwa ketika suara anak didengar, maka kebijakan yang lahir akan semakin responsif terhadap kebutuhan terbaik bagi anak Indonesia,” ujarnya.

Arifah berharap Suara Anak Indonesia menjadi dasar lahirnya kebijakan nyata, bukan sekadar dokumen maupun seremoni tahunan. Menurutnya, aspirasi anak harus ditindaklanjuti demi memperkuat pemenuhan hak anak secara berkelanjutan.

“Bagi anak-anak, didengar saja belumlah cukup. Semoga pertemuan ini menjadi awal kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan anak-anak Indonesia dalam mewujudkan Indonesia yang semakin ramah anak dan mampu menjamin terpenuhinya hak-hak setiap anak tanpa terkecuali,” ucapnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan aspirasi anak mengenai layanan kesehatan menjadi perhatian pemerintah. Masukan mencakup akses kesehatan, gizi, pengendalian rokok, kesehatan jiwa, serta administrasi layanan kesehatan.

“Berbagai aspirasi anak sejalan dengan penguatan Program Cek Kesehatan Gratis, percepatan penurunan stunting, dan layanan kesehatan mental. Kami juga terus memperkuat edukasi hidup sehat melalui upaya promotif dan preventif,” kata Menkes Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....