Perkuat Narasi Sejarah Bangsa, Kemenbud Akan Revitalisasi Rumah Wahid Hasyim

  • 24 Jul 2026 21:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kebudayaan menyiapkan revitalisasi Rumah Wahid Hasyim di Matraman dengan fokus pada pelestarian bangunan, penguatan koleksi, dan narasi sejarah.
  • Revitalisasi juga mencakup pengembangan kawasan bersejarah Matraman serta penyempurnaan narasi Museum Islam Indonesia Hasyim Asy'ari di Tebuireng.
  • Yenny Wahid mengenang K.H. Wahid Hasyim sebagai pembaharu pendidikan Islam yang mengajarkan pentingnya terus membuka diri terhadap ilmu pengetahuan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyiapkan revitalisasi rumah bersejarah Wahid Hasyim di kawasan Matraman, Jakarta. Proyek itu tidak hanya menyentuh bangunan, tetapi juga akan memperkuat koleksi, ruang pamer, dan cerita sejarah keluarga Wahid.

Rencana tersebut dibahas Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon bersama Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid. Pembahasan tersebut dilakukan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Rumah Wahid Hasyim yang kini digunakan sebagai kantor Wahid Foundation merupakan bangunan cagar budaya. Karena itu, proses revitalisasi harus mempertahankan keaslian bangunan dan mengikuti prinsip pelestarian.

"Hal yang penting jangan hanya renovasi fisik, isi dan narasinya juga harus kuat," katanya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Jumat, 24 Juli 2026.

Menurutnya, museum tidak cukup hanya menyajikan bangunan lama. Pengunjung juga perlu memahami perjalanan tokoh dan peristiwa yang terkait dengan tempat tersebut.

Kemenbud, kata dia, menyatakan siap membantu penyusunan konsep kuratorial, alur cerita, penataan ruang pamer. Serta pengembangan narasi mengenai Wahid Hasyim dan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pembahasan juga mencakup pengembangan Matraman sebagai kawasan sejarah. Selain rumah, kawasan itu memiliki sejumlah bangunan yang berkaitan dengan tokoh nasional dan peristiwa penting pada awal kemerdekaan.

"Salah satunya adalah rumah keluarga Margono Djojohadikusumo. Rumah tersebut pernah menjadi lokasi awal pembentukan Badan Keamanan Rakyat atau BKR," ucapnya.

Ia menilai sejumlah situs bersejarah di Matraman dapat dirangkai dalam satu jalur cerita. Dengan pola itu, masyarakat tidak hanya mendatangi satu bangunan, tetapi juga memahami hubungan antartokoh dan peristiwa.

Tidak hanya membahas revitalisasi rumah mewah Gusdur saja. Tapi, pertemuan itu turut membahas penguatan Museum Islam Indonesia Hasyim Asy'ari di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

"Narasi museum akan disempurnakan untuk melihat perjalanan panjang Kiai Hasyim Asy'ari. Dan juga Nahdlatul Ulama, Resolusi Jihad, perkembangan NU, hingga masa Gus Dur tersaji lebih jelas dan runtut," ujarnya.

Rencana revitalisasi masih berada pada tahap pembahasan konsep. Kementerian belum memerinci jadwal pekerjaan, kebutuhan anggaran, maupun waktu pembukaan kembali rumah Wahid Hasyim untuk masyarakat.

Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid memandangang KH. Abdul Wahid Hasyim sebagai sosok yang teladan. Sosoknya selalu mengajarkan manusia bahwa ilmu harus terus dibuka dan diperluas.

"Kalau saya mengenang kakek, beliau selalu mengajarkan bahwa kita harus terus membuka diri terhadap ilmu. Kakek juga dikenal sebagai pembaharu pendidikan Islam yang memasukkan ilmu pengetahuan umum ke dalam pesantren," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....