Kongres Luar Biasa KOWANI Tetapkan Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Periode Baru

  • 03 Jun 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Yenny Wahid resmi terpilih sebagai Ketua Umum KOWANI melalui KLB dengan dukungan lebih dari dua pertiga anggota aktif organisasi
  • Kepengurusan baru mengusung lima misi utama, meliputi penguatan organisasi, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak
  • KOWANI berkomitmen memperkuat kepemimpinan perempuan generasi baru dan meningkatkan peran Indonesia dalam gerakan perempuan dunia

RRI.CO.ID, Jakarta - Kongres Luar Biasa Kongres Wanita Indonesia (KLB KOWANI) menetapkan Yenny Wahid sebagai Ketua Umum yang baru. Keputusan tersebut dihasilkan melalui pemungutan suara yang memenuhi kuorum konstitusional sesuai ketentuan organisasi.

Terpilihnya Yenny Wahid menandai dimulainya fase baru bagi organisasi perempuan tertua dan terbesar Indonesia. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan membawa KOWANI semakin relevan menghadapi kebutuhan perempuan Indonesia masa kini.

Menurut Yenny, mandat yang diterimanya tidak hanya sebatas memimpin organisasi perempuan nasional. Ia juga menekankan pentingnya membawa KOWANI berperan lebih luas memasuki abad kedua keberadaannya.

"Ini bukan kemenangan satu orang, ini kemenangan seluruh perempuan Indonesia yang tidak mau melihat rumah besar mereka runtuh. KOWANI adalah amanah, dan di abad kedua ini, amanah itu akan kami emban dengan lebih kuat, lebih luas, dan lebih inklusi," ujar Yenny Wahid usai terpilih, di Gedung The Tribrata, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Dalam pemaparannya, Yenny memperkenalkan lima misi utama yang menjadi arah kepengurusan mendatang. Program tersebut dirancang sebagai pondasi transformasi organisasi untuk menjawab berbagai tantangan perempuan Indonesia.

Misi pertama berfokus pada rekonsiliasi serta penguatan organisasi melalui tata kelola lebih baik. Kepengurusan baru juga berkomitmen meningkatkan transparansi serta menjaga semangat kebersamaan seluruh anggota.

Yenny menegaskan seluruh elemen organisasi harus memperoleh ruang partisipasi yang setara. “Tidak boleh ada yang merasa ditinggalkan, tidak boleh ada yang merasa tidak didengar,” ucap Yenny.

Misi berikutnya mencakup pemberdayaan ekonomi perempuan melalui akses pelatihan dan pengembangan kewirausahaan. KOWANI juga berupaya memperluas pemanfaatan teknologi digital, pembiayaan, serta jaringan usaha perempuan.

Selain itu, organisasi akan memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui advokasi kebijakan berkelanjutan. Upaya pencegahan kekerasan serta penyediaan sistem pendampingan korban menjadi perhatian utama organisasi.

KOWANI juga menempatkan pengembangan kepemimpinan perempuan generasi baru sebagai agenda strategis organisasi. Berbagai program disiapkan untuk melahirkan pemimpin perempuan yang kompeten, tangguh, dan inklusif.

Langkah tersebut ditujukan mendukung keberlanjutan kepemimpinan perempuan bagi masa depan pembangunan bangsa. KOWANI ingin membuka kesempatan lebih luas bagi perempuan dari berbagai daerah dan latar belakang.

Pada tingkat internasional, KOWANI berencana memperkuat kembali keterlibatan dalam gerakan perempuan dunia. Organisasi akan memanfaatkan status konsultatif di ECOSOC PBB untuk memperluas kontribusi perempuan Indonesia.

Melalui revitalisasi peran global tersebut, KOWANI ingin membawa gagasan dan aspirasi perempuan Indonesia. Organisasi juga berupaya meningkatkan partisipasi dalam diplomasi serta advokasi isu perempuan internasional.

Kepemimpinan Yenny Wahid diharapkan mampu mempercepat penguatan peran strategis organisasi perempuan tersebut. KOWANI optimistis dapat kembali menjadi mitra pemerintah sekaligus wadah inklusif bagi kemajuan perempuan Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....