Pemerintah Canangkan GNPP, Perkuat Komitmen Pelayanan Publik yang Responsif

  • 24 Jul 2026 13:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PANRB Rini Widyantini meresmikan Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP) pada Jumat, 24 Juli 2026 di kantor Kementerian PANRB, Jakarta.
  • GNPP adalah gerakan kolaboratif yang bertujuan mempercepat transformasi pelayanan publik agar lebih mudah diakses, responsif, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
  • Menteri menekankan bahwa gerakan ini merupakan komitmen bersama untuk terus meningkatkan pelayanan publik yang semakin mudah diakses dan memiliki integritas tinggi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, mencanangkan Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP). Peresmian dilakukan langsung di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.

Gerakan kolaboratif ini untuk mempercepat transformasi pelayanan publik yang lebih mudah diakses, responsif, berintegritas, dan berorientasi kebutuhan masyarakat. "Gerakan ini merupakan komitmen bersama yang tentunya terus untuk kita meningkatkan pelayan publik yang semakin mudah diakses, responsif, dan berintegritas," kata Rini.

Menurutnya, pelayanan publik merupakan wujud paling nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Karena itu, setiap upaya perbaikan layanan harus mampu memberikan kemudahan, kepastian, dan kepercayaan kepada masyarakat.

Ia menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa di era modern ini, masyarakat tidak boleh lagi direpotkan dengan birokrasi yang berbelit. Sejalan dengan arahan tersebut, pemerintah terus memperkuat integrasi layanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).

"Pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah dibuka lagi sekitar 88. Jadi sekarang ada sekitar 313 Mal Pelayanan Publik," ujarnya.

Selain memperluas layanan terintegrasi secara fisik, pemerintah juga mempercepat transformasi pelayanan berbasis digital. Rini menegaskan, digitalisasi menjadi kunci agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat dan sederhana.

"Bapak Presiden juga tadi menyampaikan bahwa seluruh layanan publik ini dimungkinkan untuk ditransformasikan ke dalam layanan digital. Agar masyarakat tidak perlu menganti lagi berjam-jam dan kita sekarang sedang mendorong untuk dilakukan," ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, saat ini tengah mendorong percepatan transformasi digital melalui sinergi dengan Komite Percepatan Transformasi Pemerintahan Digital. Namun demikian, keberhasilan transformasi tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh instansi memiliki komitmen yang sama.

"Tentunya transformasi ini tidak dapat diwujudkan kalau kita tidak semuanya punya komitmen. Atas dasar itulah GNPP ini menjadi gerakan bersama untuk mempercepat terwujudnya pelayanan publik yang semakin mudah berintegritas dan berorientasi kepada masyarakat," ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Otok Kuswandaru. Menurutnya, GNPP lahir dari keyakinan bahwa pelayanan publik bukan sekedar menjalankan tugas administratif.

Pelayanan publik sendiri bagaimana negara selalu hadir untuk masyarakat. Gerakan ini, lanjutnya, lahir melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak.

"Berbagai negara telah memiliki momentum nasionalnya untuk memperkuat budaya pelayanan public. Sejalan dengan peringatan United Nation Public Service Day setiap tanggal 23 Juni," katanya.

"Indonesia juga memerlukan momentum nasional yang mampu menggerakkan seluruh penyelenggaran pelayanan publik. Agar terus membangun budaya pelayanan yang berkualitas, adaptif, dan selalu berorientasi pada masyarakat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....