Kementan Pastikan Pasokan MBM Nasional Tetap Aman
- 22 Jul 2026 23:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pertanian memastikan pasokan Meat Bone Meal (MBM) nasional tetap aman meski menghentikan pemasukan dari satu unit usaha asal Brasil
- Kebutuhan MBM nasional dinilai relatif kecil dan masih dapat dipenuhi dari negara maupun unit usaha lain yang memenuhi persyaratan
- Kementan memperketat pengawasan impor dengan mewajibkan 11 negara pemasok menyertakan hasil uji PCR selain health certificate
- Satu unit usaha asal Brasil dicabut izinnya, sementara empat unit usaha lainnya dibekukan hingga ada penjelasan dari otoritas Brasil
- Barantin sebelumnya memusnahkan 312 ton MBM asal Brasil setelah hasil uji laboratorium menemukan kandungan porcine
RRI.CO.ID, Kabupaten Bogor – Kementerian Pertanian memastikan kebutuhan Meat Bone Meal (MBM) sebagai bahan baku pakan ternak di dalam negeri tetap terpenuhi meski pemerintah menghentikan pemasukan produk dari satu unit usaha asal Brasil. Pasokan dipastikan tetap tersedia karena Indonesia masih memiliki sumber impor lain yang memenuhi persyaratan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan penghentian pemasukan MBM dari satu unit usaha di Brasil tidak akan mengganggu rantai pasok nasional. Menurutnya, kebutuhan MBM Indonesia relatif kecil dan masih dapat dipenuhi melalui negara maupun unit usaha lain yang telah memenuhi ketentuan pemerintah.
"Kebutuhan MBM kita relatif kecil. Jadi pasokannya masih aman karena masih ada negara lain maupun unit usaha lain yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut," kata Agung saat konferensi pers di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu 22 Juli 2026.
Ia menjelaskan pemerintah tidak hanya menghentikan pemasukan dari unit usaha yang bermasalah, tetapi juga memperkuat sistem pengawasan terhadap seluruh negara pemasok MBM. Salah satu langkah yang ditempuh ialah meminta seluruh 11 negara pemasok menyertakan hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR) selain health certificate sebelum produk dikirim ke Indonesia.
Selain itu, Kementerian Pertanian telah mencabut persetujuan satu unit usaha asal Brasil yang produknya terbukti mengandung porcine. Empat unit usaha lainnya juga dibekukan sementara hingga pemerintah memperoleh penjelasan dari otoritas Brasil mengenai jaminan keamanan produk yang diekspor ke Indonesia.
Langkah tersebut diambil menyusul ditemukannya kandungan porcine pada MBM asal Brasil yang masuk ke Indonesia. Temuan itu menjadi dasar pemerintah memperketat pengawasan impor tanpa mengganggu ketersediaan bahan baku bagi industri pakan ternak nasional.
Sebelumnya, Badan Karantina Indonesia memusnahkan 312 ton MBM asal Brasil senilai sekitar Rp2,4 miliar setelah hasil pengujian laboratorium menunjukkan adanya kandungan porcine. Produk tersebut diketahui negatif terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Salmonella, namun tidak memenuhi persyaratan pemasukan ke Indonesia sehingga diputuskan untuk dimusnahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....