BGN Refokus Program MBG ke Daerah dengan Angka Stunting Tinggi
- 21 Jul 2026 03:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Gizi Nasional akan memfokuskan kembali Program Makan Bergizi Gratis ke wilayah dengan angka stunting tinggi sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna tanggal 20 Juli 2026.
- Perubahan kebijakan dilakukan karena evaluasi menunjukkan penentuan penerima manfaat selama ini lebih mengikuti lokasi SPPG tanpa mempertimbangkan tingkat kerawanan gizi di setiap daerah.
- BGN telah mempelajari kembali sasaran program berdasarkan data stunting nasional untuk memastikan program menjangkau wilayah yang paling membutuhkan intervensi gizi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengatakan pihaknya akan memfokuskan kembali pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah dengan angka stunting tinggi. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Agustina mengatakan arah kebijakan baru tersebut disusun setelah BGN mempelajari kembali sasaran program berdasarkan data stunting nasional. Menurutnya, selama ini penentuan penerima manfaat lebih banyak mengikuti lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tanpa mempertimbangkan tingkat kerawanan gizi di suatu daerah.
"Nah, ini yang termasuk PR kami melakukan perbaikan. Karena yang dilakukan kemarin, ya ini sebagai bahan evaluasi, itu tidak memperhatikan hal ini," ujar Agustina.
"Kalau beliau mengatakan programnya ini, sasarannya ini, tugas kamilah mewujudkan ini. Nah, ini yang kemudian akan menjadi dasar bagi kami melakukan refocusing penerima manfaat," katanya melanjutkan.
Menurut Agustina, pola lama membuat SPPG hanya mencari sekolah di sekitar titik operasional tanpa melihat kondisi gizi masyarakat setempat. Bahkan, di sejumlah daerah ditemukan sekolah yang dilayani lebih dari satu SPPG sehingga berpotensi menimbulkan penerima manfaat ganda.
"Semua siapa yang punya titik, kemudian daftar titik. Lalu di situlah calon mitranya mencari calon penerima manfaat di sekitarnya," ucapnya.
"Sehingga tidak ada perhatian terhadap daerah stunting atau daerah yang memang perlu disasar," ujarnya menambahkan. BGN, kata dia, kini sedang menyisir kembali data sekitar 62,7 juta penerima manfaat MBG.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan. Juga tentunya berdampak terhadap perbaikan status gizi nasional.
"Itu yang sekarang sedang kami sisir lagi datanya, karena ternyata ada satu sekolah dilayani dua SPPG. Kami lihat, 'Oh ada indikasi nih bisa jadi dobel'," ucap Agustina.
Ia menambahkan kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan menjadi perhatian lebih besar dalam pembenahan program. "Sekarang ini baru 17 persen yang ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, itu yang nanti akan kami refocusing," kata Agustina.
Agustina mengatakan pembenahan tersebut akan menjadi dasar perbaikan tata kelola Program MBG secara menyeluruh. BGN menargetkan bantuan pangan bergizi semakin tepat sasaran sekaligus memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....