BGN Tata 27 Ribu SPPG untuk Benahi Program MBG
- 17 Jul 2026 21:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Gizi Nasional (BGN) memulai penataan sekitar 27 ribu SPPG (Sekolah Penyelenggara Program Gizi) sebagai bagian dari pembenahan Program Makan Bergizi Gratis.
- Penataan SPPG dilakukan bersamaan dengan evaluasi penggunaan anggaran BGN untuk tahun 2025.
- Wakil Kepala BGN Trenggono menyatakan bahwa pembahasan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI adalah pertanggungjawaban penggunaan anggaran BGN 2025 dengan hasil akan dijelaskan melalui jawaban tertulis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menata sekitar 27 ribu SPPG sebagai bagian dari pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penataan tersebut dilakukan bersamaan dengan evaluasi penggunaan anggaran tahun 2025.
Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan pembahasan utama dalam RDP bersama Komisi IX DPR RI adalah pertanggungjawaban penggunaan anggaran BGN 2025. Ia menyebut hasil pembahasan anggaran akan dijelaskan lebih lanjut melalui jawaban tertulis kepada DPR.
"RDP tadi tentang anggaran 2025, jadi anggaran tahun lalu. Sudah disepakati jumlahnya, nanti mungkin akan disampaikan lebih lanjut karena akan dijawab secara tertulis," kata Trenggono usai RDP bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
Trenggono mengatakan Komisi IX DPR RI juga menyoroti keluhan sejumlah mitra BGN yang sebelumnya telah menyampaikan aspirasi kepada DPR. Menurutnya, penghentian sementara terhadap sebagian mitra bukan merupakan kebijakan yang bersifat permanen.
Ia menjelaskan BGN tengah melakukan evaluasi dan penataan terhadap sekitar 27 ribu SPPG agar pelaksanaan Program MBG dapat berjalan lebih baik. Ia mengatakan seluruh SPPG akan dievaluasi kembali sebagai bagian dari proses penataan pelaksanaan program.
"Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya. Jadi penghentian sementara, kita berikan waktu untuk menata kembali," ujarnya.
Selain penataan SPPG, BGN juga mengevaluasi pelaksanaan layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Trenggono meminta waktu agar BGN dapat menata seluruh pelaksanaan program tersebut.
"SPPG yang lain-lain seperti yang 3T, kemudian yang lainnya juga akan kita berikan waktu. Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya," katanya.
Trenggono menegaskan BGN tetap membuka ruang komunikasi dengan para mitra. Namun, dialog akan dilakukan setelah proses penataan berjalan sehingga berbagai permasalahan dapat dibahas secara lebih komprehensif.
"Sekali lagi, para mitra, bukan kita tidak mau berkomunikasi, tidak. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....