Kepemimpinan Baru BGN Diharapkan Perkuat Tata Kelola Kelembagaan

  • 19 Jul 2026 19:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin mendorong kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional memperkuat tata kelola kelembagaan Program Makan Bergizi Gratis.
  • Setiap kebijakan yang diterbitkan BGN merupakan produk institusi sehingga pertanggungjawabannya harus bersifat kelembagaan, bukan individual.
  • Kepemimpinan baru BGN perlu menjadikan perspektif kelembagaan sebagai landasan agar kebijakan memiliki kesinambungan dan tidak bergantung pada individu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin mendorong kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) perkuat tata kelola kelembagaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, setiap kebijakan yang telah diterbitkan BGN merupakan produk institusi sehingga pertanggungjawabannya juga harus bersifat kelembagaan.

Zainul mengatakan kepemimpinan baru BGN perlu menjadikan perspektif kelembagaan sebagai landasan dalam menjalankan organisasi. Setiap kebijakan yang telah ditetapkan tetap memiliki kesinambungan dan tidak bergantung pada individu.

"Seluruh kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh BGN itu adalah kebijakan kelembagaan, bukan produk orang per orang. Oleh karena itu pertanggung jawabannya juga harus kelembagaan," ujar Zainul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI bersama BGN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Selain itu, Zainul meminta jajaran pimpinan baru BGN mengedepankan pendekatan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan. Ia menilai berbagai dinamika dalam pelaksanaan Program MBG membutuhkan ruang dialog dan kolaborasi, khususnya dengan para mitra di lapangan.

BGN, lanjut dia, perlu menghindari pendekatan yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat. Sebaliknya, komunikasi yang dibangun harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang muncul.

"Saya berharap pimpinan BGN yang baru, pendekatannya adalah pendekatan solusi, bukan menggunakan pendekatan konflik. Ketika menghadapi mitra-mitra BGN maupun desakan publik, mohon menggunakan pendekatan solusi," ucapnya.

Zainul menambahkan pendekatan tersebut penting karena Program MBG merupakan program strategis nasional yang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Oleh sebab itu, setiap persoalan perlu disikapi secara bijaksana agar tidak mengganggu keberlangsungan program maupun kepercayaan publik.

"Kalau BGN mengambil pendekatan konflik. Maka akan semakin menimbulkan eskalasi yang tentu ke depan mengganggu jalannya Program Makan Bergizi Gratis ini," ucap Zainul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....