Karantina Indonesia Perkuat Biosekuriti Nasional di Bandara Soetta
- 17 Jul 2026 23:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Karantina Indonesia mempersiapkan layanan karantina modern di Bandara Soekarno-Hatta untuk kunjungan Komisi IV DPR RI pada 17 Juli 2026.
- Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menampilkan inovasi pelayanan karantina yang meliputi pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik media pembawa, dan tindakan karantina berbasis ilmiah.
- Persiapan ini bertujuan memperkuat sistem biosekuriti nasional dan menunjukkan transformasi layanan karantina yang semakin modern dan efektif.
RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Karantina Indonesia memastikan kesiapan pelayanan karantina di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjelang kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI, Jumat, 17 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan transformasi layanan karantina yang semakin modern sekaligus memperkuat sistem biosekuriti nasional.
Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo, mengatakan kunjungan tersebut akan memperlihatkan secara langsung berbagai inovasi pelayanan yang telah diterapkan, mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik media pembawa, hingga tindakan karantina berbasis ilmiah.
"Badan Karantina Indonesia terus melakukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan karantina agar semakin responsif, modern, dan mampu menjawab tantangan global. Kami memastikan setiap proses karantina berjalan cepat, akurat, dan transparan sehingga tidak hanya melindungi sumber daya hayati nasional, tetapi juga mendukung kelancaran perdagangan serta meningkatkan kepercayaan mitra internasional," kata Shahandra dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Kamis, kemarin.
Menurut Shahandra, penguatan sektor karantina membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dari sisi kebijakan, anggaran, pengembangan teknologi, maupun peningkatan sarana dan prasarana. Hal itu penting mengingat meningkatnya arus perdagangan internasional juga diikuti ancaman penyebaran hama dan penyakit hewan, ikan, serta tumbuhan.
Ia menegaskan karantina merupakan bagian penting dari sistem biosekuriti nasional yang berperan melindungi sumber daya hayati Indonesia sekaligus menjaga kelancaran perdagangan yang aman dan berdaya saing.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga dijadwalkan meninjau Instalasi Karantina Hewan (IKH) Bandara Soekarno-Hatta dan Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten yang menjadi pusat pengawasan berbasis ilmiah.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari M.H., mengatakan seluruh fasilitas telah dipersiapkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan tindakan karantina di pintu masuk negara.
"Kami siap menunjukkan bahwa pelayanan karantina tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kemudahan bagi pengguna jasa, tetapi juga memastikan setiap media pembawa yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan serta aman bagi sumber daya hayati Indonesia. Seluruh fasilitas, baik Instalasi Karantina Hewan maupun Laboratorium Terintegrasi, telah kami optimalkan untuk mendukung pelayanan yang profesional dan akuntabel," ujarnya.
Data Karantina Banten menunjukkan tingginya aktivitas pelayanan sepanjang Januari hingga Juni 2026. Pada sektor karantina hewan diterbitkan 1.875 sertifikat impor, 2.873 sertifikat ekspor, 4.527 sertifikat domestik masuk, dan 6.112 sertifikat domestik keluar.
Sementara itu, karantina ikan mencatat 19.603 sertifikat ekspor, sedangkan karantina tumbuhan mendominasi layanan domestik keluar dengan 23.725 sertifikat. Capaian tersebut menunjukkan peran Karantina Banten tidak hanya sebagai pengawas lalu lintas komoditas, tetapi juga sebagai fasilitator perdagangan yang memastikan setiap komoditas memenuhi standar kesehatan dan keamanan.
Di sisi lain, Instalasi Karantina Hewan Bandara Soekarno-Hatta selama semester pertama 2026 menangani pemasukan 399 ekor anjing, 261 ekor kucing, enam ekor kuda, dan delapan ekor reptil. Seluruh hewan menjalani observasi kesehatan, isolasi, hingga penerapan biosekuriti berlapis guna mencegah penyebaran penyakit.
Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten juga mencatat 15.135 pengujian selama periode yang sama, terdiri atas 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 karantina ikan, 3.924 karantina tumbuhan, serta 325 pengujian keamanan mutu pangan dan pakan. Hasil pengujian tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan tindakan karantina terhadap setiap komoditas yang keluar masuk Indonesia.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi peningkatan kualitas pelayanan yang dilakukan Badan Karantina Indonesia. Menurutnya, Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu pintu gerbang utama perdagangan internasional membutuhkan sistem karantina yang semakin kuat.
"Karantina merupakan benteng pertama negara dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama maupun penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Kami melihat pelayanan sudah berjalan dengan baik, namun penguatan fasilitas, teknologi, dan sumber daya manusia tetap perlu menjadi perhatian agar perlindungan terhadap sumber daya hayati nasional semakin optimal," kata Abdul Kharis.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Badan Karantina Indonesia berharap sinergi dengan Komisi IV DPR RI semakin kuat dalam mendukung peningkatan kualitas layanan, penguatan biosekuriti, serta modernisasi fasilitas karantina guna menjaga keamanan hayati Indonesia sekaligus memperlancar arus perdagangan nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....