Wapres Dukung Penguatan Ekosistem Singkong untuk Swasembada Pangan
- 16 Jul 2026 06:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau sentra pertanian singkong di Desa Muara Jaya, Lampung Timur, dan berdialog dengan perwakilan 33 kelompok tani yang terdiri dari lebih dari 600 anggota untuk memetakan tantangan pertanian singkong.
- Pemerintah berkomitmen mengakselerasi agenda swasembada pangan dengan fokus pada komoditas strategis singkong, meliputi penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET), penyediaan alat mesin pertanian, dan penguatan permodalan koperasi.
- Wapres menegaskan pemerintah akan memperkuat regulasi dengan pembatasan impor ubi kayu dan turunannya untuk menjaga stabilitas harga serta melindungi kepentingan petani Indonesia.
RRI.CO.ID, Jalarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau sentra pertanian singkong di Desa Muara Jaya, Lampung Timur, Rabu, 15 Juli 2026. Dalam kesempatan itu ia juga sekaligus berdialog dengan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Dialog tersebut diikuti oleh perwakilan dari 33 kelompok tani dengan jumlah anggota lebih dari 600 orang. Dalam kesempatan itu, Wapres menegaskan pemerintah terus mengakselerasi agenda swasembada pangan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Perintah dari Bapak Presiden sudah jelas ya Bapak, Ibu terkait swasembada pangan. Masalah pupuk, irigasi, pengolahan pasca-panen, Harga, itu semuanya sudah banyak mendapat hasil di beras,” ujar Wapres.
Menurut Wapres, keberhasilan penguatan komoditas beras perlu diikuti dengan perhatian yang sama terhadap komoditas pangan strategis lainnya. Mulai dari ubi kayu atau singkong.
Oleh karena itu, pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memetakan berbagai tantangan yang masih dihadapi para petani. “Hari ini saya ke Lampung khusus ngecek singkong, karena di komoditi ini masih banyak berbagai dinamika dan tantangan,” kata Wapres.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan interaktif, para petani menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi tersebut meliputi usulan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) singkong, dan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Lalu perbaikan jalan perkebunan guna memperlancar distribusi hasil panen. Termasuk penguatan permodalan koperasi simpan pinjam agar petani memperoleh akses pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.
Merespons berbagai masukan, Wapres menegaskan pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kepentingan petani. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah penguatan regulasi terkait impor ubi kayu beserta produk turunannya.
"Untuk menjaga stabilitas harga, ini saya kira ada terkait regulasi ya. Pembatasan impor ubi kayu dan turunannya, ada pembatasan itu," ungkap Wapres.
Selain itu, Wapres memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan segera dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait. “Masalah HET, Nanti segera didiskusikan dengan pimpinan kami," katanya.
"Lalu standarisasi alat ukur, kadar aci. Nanti sudah ada tiga itu, saya yakin harga akan stabil, tidak fluktuatif lagi, dan untuk masalah kesejahteraan akan meningkat” ujarnya.
Kehadiran Wapres disambut positif oleh para petani yang berharap perhatian pemerintah terhadap komoditas singkong terus berlanjut. "Tentunya suatu kebanggaan bagi kami, untuk lebih meningkatkan budidaya pertanian,” kata Joko, salah satu perwakilan Gapoktan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....