Wamentan Dorong Koperasi Perkuat Kesejahteraan Petani Tebu
- 15 Jul 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong penguatan tata kelola koperasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani tebu
- Serta memperkuat kemitraan, dan mendukung tercapainya swasembada gula nasional
- Sudaryono mengatakan koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem usaha pertanian, mulai dari akses pembiayaan hingga kepastian penyerapan hasil panen
RRI.CO.ID, Medan - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong penguatan tata kelola koperasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani tebu. Serta memperkuat kemitraan, dan mendukung tercapainya swasembada gula nasional.
Sudaryono mengatakan koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem usaha pertanian, mulai dari akses pembiayaan hingga kepastian penyerapan hasil panen. "Saat ini, kita fokus bagaimana produktivitasnya tinggi, petaninya sejahtera, kemudian, jalur bisnisnya bisa dikelola melalui koperasi, sehingga barang dari desa sampai ke kota maupun sebaliknya bisa berjalan lebih baik," kata Sudaryono, Rabu, 15 Juli 2026.
| Baca juga: Wamentan Minta Pabrik Sawit Patuhi Harga TBS |
Menurut Sudaryono, pengelolaan usaha melalui koperasi tidak hanya mempermudah akses pembiayaan. Tetapi juga memperkuat posisi tawar petani, menciptakan kepastian pasar, serta meningkatkan efisiensi rantai usaha.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas tanaman tebu dan rendemen gula sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi gula nasional.
"Produktivitas per hektare dan rendemen terus kita tingkatkan. Kalau produktivitas naik dan rendemen tinggi, produksi gula bertambah sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien," ujarnya.
Sudaryono mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada gula konsumsi. Namun, peningkatan produksi tebu masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gula rafinasi, gula industri. Serta bahan baku bioetanol.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan penguatan koperasi petani tebu dilakukan tidak hanya melalui pembiayaan LPDB. Tetapi juga melalui pendampingan dan penguatan tata kelola agar koperasi semakin profesional.
Menurut Ferry, hasil panen petani yang dihimpun melalui koperasi akan diserap pabrik gula untuk diolah dan dipasarkan, termasuk melalui jaringan koperasi desa. Sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan memberikan kepastian pasar bagi petani.
Ia menambahkan, Kementerian Koperasi akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian dalam membangun kelembagaan ekonomi petani yang modern, profesional, dan berdaya saing. Guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....