Wamentan Pastikan Fondasi Swasembada Pangan Terus Diperkuat
- 25 Jun 2026 07:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wamentan Sudaryono menegaskan pemerintah terus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional
- Penguatan dilakukan melalui perbaikan irigasi, penyediaan benih berkualitas, dan modernisasi alat mesin pertanian
- Sudaryono menyebut Indonesia saat ini tidak lagi mengimpor beras, jagung, dan gula
- Pemerintah terus memperluas pembangunan pertanian hingga Papua dan wilayah timur Indonesia
- Anggaran revitalisasi irigasi mencapai Rp12 triliun pada 2025 dan Rp14 triliun pada 2026
RRI.CO.ID, Gorontalo: Pemerintah terus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional melalui perbaikan irigasi, penyediaan benih berkualitas, dan modernisasi alat mesin pertanian. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Capaian Indonesia yang tidak lagi mengimpor sejumlah komoditas pangan strategis perlu disyukuri. Namun pemerintah tetap melanjutkan berbagai pembenahan agar swasembada pangan semakin kuat.
"Gak impor pangan lagi, gak impor beras lagi, gak impor jagung lagi, gak impor gula lagi. Itu kita syukuri, sembari kita juga secara perlahan kita perbaiki apa yang memang harus kita perbaiki," kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat berdialog dengan petani dan nelayan dalam Kopdar Tani dan Nelayan di sela Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Selasa 23 Juni 2026.
Ia mengatakan pemerintah terus memastikan ketersediaan benih berkualitas dan sarana produksi bagi petani. Selain itu, pembangunan pertanian juga terus diperkuat hingga ke wilayah timur Indonesia.
"Misalnya kita bagaimana membangun pertanian yang baik, sebaik pertanian yang di tempat lain, di Papua. Irigasi kita perbaiki, kepastian benih yang baik dan berkualitas kita pastikan," ucapnya.
Sudaryono menegaskan Presiden Prabowo Subianto menempatkan swasembada pangan sebagai bagian penting dari ketahanan dan kedaulatan bangsa. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program pendukung sektor pertanian.
"Presiden Prabowo telah komit untuk membangun swasembada ini bukan hanya bagian dari ekonomi, tapi menjadi bagian dari ketahanan dan kedaulatan bangsa kita," ucapnya.
Menanggapi aspirasi petani terkait jaringan irigasi, Sudaryono mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk revitalisasi irigasi nasional. Program tersebut akan dilanjutkan secara bertahap hingga 2029.
"Presiden Prabowo tahun lalu telah merevitalisasi dengan anggaran sekitar Rp12 triliun tahun 2025. Tahun 2026 ini Rp14 triliun dan akan diteruskan sampai dengan 2029," katanya.
Menurutnya, perbaikan irigasi akan meningkatkan indeks pertanaman sehingga petani dapat menanam lebih sering dalam setahun. Kondisi tersebut diharapkan berdampak langsung pada peningkatan produksi dan pendapatan petani.
"Kita harapkan dengan adanya irigasi orang bisa nanam di musim kemarau. Yang tadinya nanam sekali bisa dua kali, yang dua kali jadi tiga kali," ucapnya.
Sudaryono menambahkan PENAS Petani Nelayan menjadi momentum bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Menurutnya, berbagai kegiatan lapangan penting dilakukan agar persoalan yang dihadapi petani dan nelayan dapat segera ditindaklanjuti.
"Penting untuk kita lakukan banyak event pertanian atau kelautan dan nelayan. Dengan begitu kita bisa lebih mendengar suara-suara yang memang selama ini jauh dari Jakarta," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....