KPK Nilai Integritas Pegawai Menjadi Fondasi Utama Pencegahan Korupsi

  • 15 Jul 2026 15:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KPK menegaskan penguatan integritas individu menjadi kunci utama keberhasilan pencegahan tindak pidana korupsi
  • Pemberantasan korupsi tidak cukup melalui penindakan, tetapi juga membutuhkan perbaikan tata kelola dan reformasi birokrasi
  • Pembinaan mental dinilai penting untuk memperkuat pelayanan publik yang berakhlak, profesional, dan berintegritas

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief menegaskan penguatan integritas pegawai menjadi kunci utama pencegahan korupsi. Hal ini ia sampaikan usai pembukaan kegiatan ‘Pembinaan Mental Nasional BPOM 2026’.

“Semangat pelayanan publik yang profesional dan berintegritas itu menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan korupsi. Ingat bahwa pemberantasan tindak pidana korupsi itu tidak cukup dengan penghukuman dan penegakan disiplin atau penindakan,” ujarnya usai pembukaan kegiatan di Kantor BPOM, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Amir mengatakan pemberantasan tindak pidana korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan maupun penegakan disiplin semata. Menurutnya, pendekatan pencegahan melalui perbaikan tata kelola, reformasi birokrasi, serta pembangunan sistem juga sangat diperlukan.

“Tapi ada dua pendekatan penting lainnya yaitu pendekatan pencegahan melalui perbaikan tata kelola, reformasi, birokrasi dan semua sistem yang dibangun. Tetapi kuncinya pendekatan pertama adalah penguatan individu yang berintegritas,”

Ia menegaskan kunci utama pencegahan korupsi terletak pada penguatan individu yang memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya. Amir menyebut seluruh sistem tidak akan berjalan baik apabila pegawainya tidak terus diingatkan dan diedukasi.

Menurutnya, pembinaan mental menjadi langkah awal penting memperkuat integritas individu dalam mendukung reformasi birokrasi secara berkelanjutan. Ia menilai pendidikan dan penguatan karakter harus dilakukan secara berulang agar nilai integritas tetap terjaga.

Amir mengatakan forum pembinaan mental memiliki peran penting memperkuat perbaikan tata kelola serta reformasi birokrasi di lingkungan BPOM. Kegiatan tersebut juga diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berakhlak serta profesional kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Bagaimana kualitas pelayanan publik yang berakhlak, pelayanan publik yang profesional. Tentunya para pemangku kepentingan dari badan POM, pemerintah, industri dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang prima dan profesional,” ucap Amir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....