Kepala BPOM Tekankan Integritas Pegawai untuk Perkuat Pelayanan BPOM

  • 15 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan pembinaan berakhlak bertujuan menanamkan integritas dan memperkuat motivasi pelayanan seluruh pegawai
  • BPOM berkomitmen menjadi lembaga yang bebas dari korupsi, gratifikasi, serta praktik suap demi mewujudkan pelayanan publik yang bersih
  • Sebanyak 1.294 pegawai baru BPOM yang diterima sepanjang 2025 diharapkan menjadi kader berintegritas dan berakhlak

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, pembinaan berakhlak menjadi langkah penting untuk menanamkan integritas seluruh pegawai. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, motivasi pelayanan kepada masyarakat harus diperkuat karena citra lembaga ditentukan manusia sebagai pelaksana.

“Yang paling menentukan citra dan peran dari suatu lembaga tentu bukan kantornya. Tapi yang berperan adalah manusia-manusia yang ada sebagai pelaksana dari tugas, pokok, fungsi, dan wewenang tersebut,” ujarnya usai membuka kegiatan ‘Pembinaan Mental Nasional BPOM 2026’ di Kantor BPOM, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Taruna menjelaskan, BPOM memiliki fungsi serta kewenangan mulai pengawasan pre-market hingga post-market, termasuk penindakan dan perhukuman. Ia menyebut, BPOM juga memiliki pemangku kepentingan besar, meliputi pemerintah, industri, serta masyarakat sebagai pengguna seluruh produk.

Menurutnya, BPOM menjadi garda terdepan menjamin keamanan, kualitas, dan khasiat seluruh produk yang diterima masyarakat. Karena itu, seluruh pegawai harus memiliki integritas, kualitas, semangat, serta motivasi tinggi dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, BPOM harus bebas dari korupsi, gratifikasi, serta praktik suap menyuap dalam seluruh pelaksanaan tugas. Kepala BPOM mengatakan, lembaga yang kuat harus dibangun melalui pelayanan bersih demi kepentingan masyarakat luas di Republik Indonesia.

“Badan POM harus bebas dari korupsi, gratifikasi, dan dari apa yang kita sebut dengan suap, menyuap, dan sebagainya. Intinya kita ingin menjadi lembaga yang kuat yang dalam pelayanan dan lembaga yang bersih dalam melayani masyarakat luas,” kata Taruna.

Taruna mengungkapkan BPOM menerima 783 pegawai negeri sipil (PNS) baru serta sekitar 400 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Ia menyebut total 1.294 pegawai baru yang diterima sepanjang 2025 diharapkan menjadi kader berintegritas dan berakhlak.

Ia menegaskan, komitmennya memastikan BPOM menjadi lembaga pemerintah yang bersih melalui kepemimpinan serta penguatan nilai berakhlak. Taruna menyatakan tekad tersebut menjadi janji kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan komitmen di hadapan Presiden menjaga integritas lembaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....