100 CTFP Rayakan Setahun, Perkuat Dukungan bagi Atlet Disabilitas

  • 14 Jul 2026 14:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Inisiatif 100 CTFP yang digagas Natalia Tjahja merayakan satu tahun sejak diluncurkan pada 11 Juli 2024 dengan fokus memperkuat dukungan moral bagi atlet disabilitas di berbagai negara.
  • Gerakan global ini menghimpun pesan inspiratif dari pemimpin dunia, atlet, selebritas, dan tokoh publik melalui kartu yang menanamkan nilai martabat, harapan, dan keyakinan kesetaraan kesempatan.
  • Andrew Parsons, Presiden IPC, menekankan pentingnya membangun masyarakat inklusif dengan menyatakan bahwa keberagaman adalah fakta kehidupan sedangkan inklusi adalah pilihan yang harus diwujudkan bersama.

RRI.CO.ID, Jakata – Inisiatif kemanusiaan 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP) genap berusia satu tahun sejak diluncurkan pada 11 Juli 2025 di Ital Auto, Singapura. Digagas oleh Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation, gerakan ini terus memperkuat dukungan moral bagi atlet disabilitas di berbagai negara.

100 CTFP merupakan gerakan global yang menghimpun dukungan dari para pemimpin dunia, atlet, selebritas, dan tokoh publik melalui kartu berisi pesan inspiratif. Inisiatif tersebut bertujuan menanamkan nilai martabat, harapan, dan keyakinan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa memandang keterbatasan fisik.

Pada peringatan hari jadinya yang pertama, Presiden International Paralympic Committee (IPC), Andrew Parsons, menyampaikan pesan tentang pentingnya membangun masyarakat yang inklusif. Menurutnya, keberagaman merupakan fakta kehidupan, sedangkan inklusi adalah pilihan yang harus diwujudkan bersama.

"Ada kekuatan dalam perbedaan. Kami ingin membangun dunia di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk mencapai potensi penuh mereka," ujar Parsons. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen IPC dalam mendorong kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi seluruh penyandang disabilitas.

Sejak diluncurkan, 100 CTFP berhasil menghimpun dukungan dari berbagai kalangan dan lintas negara. Meski dijalankan sebagai gerakan akar rumput tanpa biaya operasional (zero cost movement), inisiatif ini dinilai mampu menjangkau masyarakat global dan melampaui batas geografis maupun budaya.

Bagi Natalia Tjahja, dukungan dari IPC menjadi momentum untuk memperluas dampak gerakan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan semangat dan apresiasi bagi atlet disabilitas serta mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif, setara, dan menghargai kontribusi mereka di dalam maupun di luar arena olahraga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....