Mentan Tambah Anggaran Pertanian untuk Papua

  • 12 Jul 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambah alokasi anggaran pembangunan pertanian di Papua menjadi Rp3,2 triliun pada 2026 berdasarkan kesuksesan program di Wanam, Merauke.
  • Pemerintah menyetujui pembukaan lahan sawah seluas 250 hektare di Wanam dengan dukungan traktor, jaringan irigasi, dan teknologi pertanian modern yang ditargetkan selesai tahun 2026.
  • Total dukungan pemerintah untuk sektor pertanian di Papua dalam dua tahun terakhir telah mencapai Rp5,3 triliun, dengan provinsi seperti Papua Pegunungan dan Papua Tengah menerima 100 ribu paket peralatan pertanian masing-masing.

RRI.CO.ID, Merauke – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menambah alokasi anggaran pembangunan pertanian di Papua. Langkah itu dilakukan setelah program pengembangan pertanian di Wanam, Kabupaten Merauke, dinilai meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat.

Amran mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian di Wanam mendorong daerah lain di Papua mengajukan program serupa. Karena itu, Kementerian Pertanian menyesuaikan anggaran agar pembangunan pertanian menjangkau lebih banyak wilayah sesuai potensi masing-masing.

"Rakyat Papua sudah menikmati dan peningkatan kesejahteraan luar biasa. Dan rakyat masih butuh tambahan," kata Amran saat berdialog dengan masyarakat di Wanam, Merauke, Papua Selatan, Minggu 5 Juli 2026.

Ia meminta pemerintah daerah segera mengajukan usulan program tambahan untuk tahun depan. Menurutnya, pemerintah siap mendukung pengembangan pertanian yang dibutuhkan masyarakat Papua.

"Saya sampaikan tolong usulkan. Kita siapkan tahun depan anggaran tambahan," ucapnya.

Komitmen tersebut disambut antusias masyarakat Wanam. Tokoh masyarakat, Mama Yasinta, mengaku pembangunan pertanian menjadi harapan yang telah lama dinantikan warga setempat.

"Aspirasi masyarakat yang selama ini kami tunggu dan kami rindu. Sehingga lewat kuasa Tuhan kami sudah bertemu," katanya.

Kepala Kampung Wanam sekaligus pemilik hak ulayat, Arnold Awalik, menyatakan masyarakat mendukung penuh program pemerintah. Menurutnya, pembangunan sawah akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat.

"Kami menerima program pemerintah di atas tanah ulayat kami. Kami ingin punya lahan persawahan sendiri supaya orang Papua bisa sejahtera," ucapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Amran langsung menyetujui pembukaan lahan sawah seluas sekitar 250 hektare di Wanam. Pemerintah menargetkan pengerjaan lahan tersebut dimulai dan diselesaikan pada tahun ini.

Selain membuka lahan sawah, Kementerian Pertanian juga menambah bantuan traktor, membangun jaringan irigasi, dan menerapkan teknologi pertanian modern. Kawasan Wanam diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan pertanian di Papua.

"Insyaallah selesai tahun ini. Kami kirim traktor lagi, irigasi kami bangun, teknologi modern juga kita terapkan di Wanam," kata Amran.

Sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan bantuan pertanian senilai Rp1,3 triliun untuk Papua Selatan pada 2026. Bantuan tersebut mencakup alat dan mesin pertanian, pembangunan irigasi, jalan usaha tani, gudang, dryer, hingga pengembangan lahan pertanian.

Menurut Amran, antusiasme masyarakat terhadap pembangunan pertanian terus meningkat. Sejumlah kepala daerah dan perwakilan petani dari berbagai provinsi di Papua juga telah mengusulkan program serupa kepada pemerintah pusat.

Daerah yang mengajukan usulan meliputi Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Setiap daerah akan memperoleh dukungan sesuai karakteristik komoditas unggulan masing-masing.

Papua Pegunungan dan Papua Tengah akan menerima masing-masing 100 ribu paket peralatan pertanian. Pemerintah juga menyiapkan bantuan pengembangan kopi, kakao, sagu, kedelai, dan komoditas lain sesuai potensi wilayah.

"Alhamdulillah kami ubah anggaran demi Papua yang kita cintai. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan keunggulan daerahnya," ucap Amran.

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,2 triliun untuk pembangunan pertanian di Papua pada 2026. Dalam dua tahun terakhir, total dukungan pemerintah untuk sektor pertanian di Papua telah mencapai sekitar Rp5,3 triliun.

Amran menegaskan seluruh pembangunan pertanian dibiayai pemerintah dan hasilnya diperuntukkan bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan sektor pertanian diharapkan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional.

"Pemerintah yang kerjakan, anggaran dari pemerintah. Setelah jadi semua ini milik rakyat," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....