Kementan Percepat Upaya Swasembada Gula

  • 30 Jul 2026 11:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pertanian menegaskan penguatan sektor hulu dan hilir menjadi kunci percepatan swasembada gula nasional
  • APTRI mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong pabrik gula rafinasi membangun kebun tebu sendiri
  • APTRI menilai pabrik gula rafinasi perlu memperluas kemitraan dengan petani dan memperkuat produktivitas tebu
  • Kementan mencatat kinerja sektor pergulaan nasional meningkat pada 2026 dari sisi luas areal, produktivitas, dan rendemen
  • Pemerintah terus mempercepat peremajaan kebun tebu, penggunaan benih unggul, mekanisasi, serta revitalisasi pabrik gula

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan, terus memperkuat industri gula nasional melalui peningkatan produksi tebu dan penguatan sektor hulu hingga hilir. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional.

Amran mengatakan penguatan sektor hulu menjadi kunci keberlanjutan industri gula nasional. Menurutnya, setiap pabrik gula harus didukung pasokan bahan baku yang memadai.

"Produksi tebu harus kita tingkatkan, produktivitas diperkuat, dan hilirisasi harus berjalan agar nilai tambah dinikmati petani serta industri nasional. Swasembada gula hanya bisa dicapai jika sektor hulu dan hilir bergerak bersama," ujar Amran di Jakarta, Rabu 29 Juli 2026.

Ia menegaskan penguatan sektor hulu akan memperkuat industri gula nasional. Selain mencapai swasembada gula, kebijakan tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) HM Arum Sabil mendukung langkah pemerintah. Ia mengusulkan seluruh pabrik gula rafinasi ikut membangun kebun tebu sendiri.

Menurut Arum, pabrik gula kristal putih dan pabrik gula rafinasi merupakan dua pilar penting industri gula nasional. Karena itu, keduanya perlu saling memperkuat dalam mendukung swasembada gula.

"Pabrik gula rafinasi harus menjadi bagian utuh dari mata rantai pergulaan nasional dengan ikut membangun kebun tebu, memperluas kemitraan bersama petani, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat fondasi swasembada gula Indonesia," kata Arum.

Kementerian Pertanian mencatat kinerja sektor pergulaan nasional terus meningkat pada 2026. Luas areal, produktivitas, dan rendemen tebu mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah memproyeksikan produksi gula kristal putih nasional mencapai sekitar 3,044 juta ton pada 2026. Jumlah tersebut diperkirakan telah melampaui kebutuhan gula konsumsi rumah tangga nasional.

Kementerian Pertanian juga terus mempercepat berbagai program strategis. Program itu meliputi peremajaan kebun tebu, penggunaan benih unggul, mekanisasi, penyediaan pupuk, pembangunan infrastruktur, dan revitalisasi pabrik gula.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....