Lima Bendungan Diresmikan, Mentan Optimistis Produksi Beras Naik

  • 12 Jul 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan pada 10 Juli 2026 yang diproyeksikan meningkatkan produksi beras nasional sebesar satu juta ton per tahun.
  • Bendungan Meninting di Lombok Barat seluas 46 hektare diharapkan meningkatkan indeks pertanaman NTB dari 280 persen menjadi 300 persen.
  • Kementerian Pertanian mengembangkan model Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang mengintegrasikan benih unggul, mekanisasi, dan teknologi presisi untuk meningkatkan produktivitas hingga lima ton per hektare.
  • Pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk dan mencapai surplus beras dan jagung pakan untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia.

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis produksi beras nasional meningkat setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan. Infrastruktur irigasi itu dinilai memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas lahan pertanian.

Presiden Prabowo meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), bersama empat bendungan lainnya, Jumat 10 Juli 2026. Peresmian bendungan menjadi bagian strategi pemerintah memperkuat swasembada pangan melalui peningkatan ketersediaan air irigasi.

Presiden mengatakan laporan Mentan Amran menunjukkan lima bendungan tersebut berpotensi menambah produksi beras sekitar satu juta ton setiap tahun. Potensi itu dapat dicapai melalui penerapan teknologi budidaya modern dan penggunaan benih unggul di lahan pertanian.

"Menteri Pertanian melaporkan kepada saya. Lima bendungan ini nanti dengan teknologi dan benih yang terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras," ucap Presiden.

Presiden menegaskan manfaat bendungan akan optimal jika air irigasi benar-benar mengalir hingga ke lahan petani. Menurutnya, peningkatan indeks pertanaman menjadi kunci menjaga produktivitas pertanian menghadapi perubahan iklim.

"Pastikan air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara," katanya.

Presiden juga menyampaikan sektor pertanian mencatat berbagai capaian selama 18 bulan terakhir. Pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk serta mewujudkan surplus beras dan jagung pakan.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia kita bisa menurunkan harga pupuk. Untuk pertama kali dalam puluhan tahun kita sekarang surplus beras," ucap Presiden.

Mentan Amran mengatakan pembangunan bendungan harus berjalan seiring penerapan teknologi pertanian modern. Kementerian Pertanian mengembangkan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Model budidaya tersebut mengintegrasikan benih unggul, mekanisasi, pengaturan populasi tanaman, dan teknologi presisi. Menurut Amran, dukungan irigasi memadai akan membuat penerapan sistem tersebut semakin optimal.

"Kalau petani sudah merasakan keuntungan yang besar, mereka akan menanam dengan sendirinya. Tidak perlu lagi didorong terus-menerus," ucap Amran.

Ia menjelaskan produktivitas sawah berpotensi meningkat sekitar lima ton per hektare melalui penerapan PM-AAS. Jika diterapkan pada jutaan hektare lahan beririgasi, tambahan produksi nasional akan meningkat signifikan.

"Kalau diterapkan di jutaan hektare lahan irigasi dan produktivitas naik sekitar lima ton per hektare. Tambahan produksinya akan sangat besar," katanya.

Amran menilai peningkatan produksi tidak hanya memperkuat swasembada pangan nasional. Indonesia juga berpeluang menjadi salah satu pemasok beras dunia apabila produktivitas terus meningkat.

Salah satu bendungan yang diresmikan ialah Bendungan Meninting di Lombok Barat. Bendungan seluas sekitar 46 hektare itu diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman di NTB dari 280 persen menjadi 300 persen.

Kementerian Pertanian akan mengoptimalkan jaringan irigasi baru melalui percepatan tanam dan penggunaan varietas unggul. Pemerintah juga memperkuat mekanisasi, teknologi budidaya modern, serta pendampingan penyuluh kepada petani.

Mentan Amran optimistis sinergi pembangunan bendungan dan transformasi pertanian modern meningkatkan produksi pangan nasional. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kesejahteraan petani sekaligus mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....