Presiden Prabowo Minta Gubernur hingga Kades Awasi Dapur MBG
- 12 Jul 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparatur pemerintah daerah, mulai dari gubernur hingga kepala desa, ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyimpangan yang dapat mengurangi kualitas makanan bagi para penerima manfaat.
Presiden menegaskan MBG merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi.
"Saya ingin Indonesia hebat, saya ingin Indonesia rakyatnya makmur, saya ingin rakyat yang paling miskin senyum karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin, saya tidak ingin lihat anak-anak lapar," kata Presiden saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026.
Presiden mengakui masih ada pihak yang berupaya menyalahgunakan program tersebut. Karena itu, Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah daerah aktif mengawasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah masing-masing.
"MBG kita teruskan. Tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang menyusup ke tubuh MBG untuk jadi maling di situ," ujar Presiden.
Kepala Negara meminta setiap dugaan penyimpangan segera dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Bahkan, Presiden membuka ruang bagi masyarakat maupun pemerintah daerah untuk menyampaikan laporan secara langsung.
"Gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh memeriksa semua dapur MBG. Saudara periksa, laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya," kata Presiden.
Selain pemerintah daerah, Presiden juga meminta TNI dan Polri ikut mengawasi pelaksanaan program MBG. Namun, pengawasan harus dilakukan secara profesional dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
"Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa. Periksa yang artinya baik, jangan manggil-manggil, mau ngerjain, jangan," ucap Presiden.
Presiden optimistis masyarakat juga dapat menjadi bagian penting dalam pengawasan program MBG. Masyarakat kini semakin mudah menyampaikan laporan apabila menemukan pelanggaran di lapangan.
"Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget," kata Presiden.
Presiden juga mengingatkan pengelola dapur MBG agar tidak mengurangi kualitas maupun porsi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Asupan gizi yang baik, kata Presiden, sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
"Kalau dari kecil makannya tidak bagus, dia nanti tidak maksimal. Dia berkembang sehat, dia bisa jadi petani yang sehat, pekerja yang baik, ilmuwan, atau dokter," ujar Presiden.
Meski masih ada sejumlah daerah yang belum menerima manfaat MBG, Presiden memastikan pemerintah akan terus memperluas jangkauan program tersebut secara bertahap. "Negara kita besar sekali, pasti ada desa-desa yang belum terima, saya paham itu," kata Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....